| Kebijakan Harga BBM Subsidi Berfluktuasi |
|
|
|
| Oleh Zainuddin |
| Kamis, 19 Januari 2012 23:14 |
Jakarta,Tambangnews.com.- Kebijakan pembatasan BBM yang diwacanakan pemerintah selama ini memang cukup rasional, namun potensi distorsinya khususnya terjadinya penyalahgunaaan dan pasar gelap BBM sangat tingggi sehingga tidak implementatif dan efektif dalam menyelesaikan masalah yang ada saat ini maupun yang akan datang,demikian dikatakan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute,Pri Agung Rakhmanto,didepan komisi VII DPR RI, Kamis (19/1).Dia juga memuji kebijakan kenaikan harga BBM yang hanya dilakukan pada saat APBN terancam jebol seperti yang dilakukan pemerintah selama ini dinilainya cukup rasional,implementatif,dan efektif untuk mengatasi permasalahan jangka pendek,tetapi katanya tidak untuk jangka panjang karena kebijakan tersebut bersifat ad hoc. Menurutnya hal ini terbukti setiap kali terjadi lonjakan harga minyak mentah dunia seperti yang terjadi saat ini APBN kembali tertekan oleh penambahan defisit karena membengkaknya subsidi BBM dan subsidi energi lainnya seperti LPG dan listrik. Mengatasi persoalan tersebut menurut Pri Agung Rakhmanto perlu diterapkannya kebijakan harga BBM subsidi yang berfluktuasi. Secara prinsip katanya kebijakan ini pada dasarnya untuk mengunci presentase harga BBM bersubsidi terhadap keekonomiannya pada tingkat tertentu dan membiarkan mengikuti pergerakan harga minyak mentah yang ada.Konsekuensinya adalah jika harga minyak mentah naik maka harga BBM juga ikut naik, demikian juga sebaliknya,hal ini menurut dia harga BBM tersebut tetap merupakan harga BBM yang disubsidi dengan besaran persentase tertentu yang dijaga konstan. Besaran persentase menurutnya lagi merupakan angka yang akan dijaga konstan sepanjang tahun anggaran berjalan karena pada dasarnya mencerminkan komitmen dan keputusan politik dari negara untuk memeberikan subsidi BBM kepada rakyatnya dalam bentuk subsidi harga dengan besaran alokasi anggaran tertentu. Dengan demikian penyesuaian harga BBM yang berlaku dapat dilakukan sekali atau dua kali dalam satu bulan. Jika pemerintah melaksanakan kebijakan tersebut menurutnya, maka Indonesia akan mencapai tiga tujuan utama dengan penerapan kebijakan energi berfluktuatif yaitu APBN bisa terbebas dari permasalahan klasik subsidi BBM yang diakibatkan oleh gejolak harga minyak. "Sebagai negara produsen minyak, Indonesia dapat menikmati windfall (keuntungan,Red) ketika harga minyak tinggi." jelasnya. Jadi tambahnya,tidak seperti saat ini dimana harga minyak tinggi APBN selalu tertekan. Hal ini juga untuk membiasakan pemerintah dunia usaha dan masyarakat agar terbiasa dengan harga BBM yang berfluktuatif karena secara alamiah perekonomian yang sesungguhnya memang demikian adanya sehingga lebih adaptif terhadap dinamika perekonomian yang terjadi sepanjang waktu. (Zainuddin) |





Jakarta,Tambangnews.com.- Kebijakan pembatasan BBM yang diwacanakan pemerintah selama ini memang cukup rasional, namun potensi distorsinya khususnya terjadinya penyalahgunaaan dan pasar gelap BBM sangat tingggi sehingga tidak implementatif dan efektif dalam menyelesaikan masalah yang ada saat ini maupun yang akan datang,demikian dikatakan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute,Pri Agung Rakhmanto,didepan komisi VII DPR RI, Kamis (19/1).












juga penambangan batu galena secara i...
banyak sekali penambangan batu galena...
punvbrjs http://paydayloanslts.com/ p...
glhjbr http://paydayloanslts.ca/ payd...
heiezmo http://paydayloanslts.ca/ sho...