|
Potensi Panas Bumi Indonesia Mencapai 17.000 Mw |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Selasa, 21 Juli 2009 16:08 |
Jakarta, Tambangnews.com. – Seorang peneliti BPPT mengemukakan, potensi sumber energi panas bumi di Indonesia mencapai 27.000 MW atau merupakan 40% dari potensi dunia, tapi baru 1.179 MW atau 4% saja yang dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik.
‘Masih banyak potensi sumber panas bumi di Indonesia yang belum dimanfaatkan,’ kata Peneliti/Energy Conversion & System BPPT, Dipl. Ing. Suyanto, M.Sc. pada siaran iptek voice di Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Jakarta, Selasa (21/7) seperti dilansir oleh situs kominfo.
Di Indonesia lapangan panas bumi yang telah dikembangkan adalah lapangan dengan enthalpy tinggi dan skala besar yang berada di empat provinsi, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sibayak di Sumatera Utara (12MW), PLTP Gunung Salak, Darajat, Kamojang, dan Wayang Windu di Jawa Barat (1.057 MW), PLTP Dieng di Jawa Tengah (60 MW), dan PLTP Lahendong di Sulawesi Utara (50 MW).
Indonesia mempunyai banyak sekali potensi panas bumi dengan karakteristik enthalpy rendah-menengah yang bisa dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Skala Kecil.
Keunggulan dari PLTP adalah merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan karena emisi gas buangnya (CO2, dll), sangat kecil. Dengan karakteristiknya sebagai energi non-transportable, sangat sesuai dan ekonomis untuk menggantikan fosil dalam rangka penghematan BBM dan pemanfaatan sebesar-besarnya sumber energi lokal.
Pemanfaatan energi panas bumi untuk PLTP Skala Besar, dry steam (PLTP Kamojang, PLTP Darajat), dan flashed steam (PLTP Gunung Salak, Wayang Windu, Dieng, dan lain-lain).
Sedangkan pemanfaatan energi panas bumi untuk skala kecil Binary Cycle di Indoensia belum ada, walaupun di negara lain seperti Amerika, Philipina, Selandia Baru, dan lain-lain telah banyak dilakukan.
Oleh karena itu, BPPT telah mendisain dan membuat sendiri prototipe PLTP Binary Cycle skala 2 KW (dengan working fluid hydrocarbon) yang didalamnya termasuk komponen heat exchanger dan turbin hydrocarbon. Target kapasitas yang akan dikembangkan adalah 1 MW dengan sistem modular.
BPPT bersama-sama dengan beberapa industri dalam negeri seperti PT. Rakayasa Industri, PT. NTP, PT. Pindad, dan lain-lain, saat ini sedang mendisain PLTP 2 MW dengan teknologi back pressure turbine.
“Seluruh sistem dan komponen utama pembangkit akan dikembangkan oleh industri dalam negeri tersebut,” ungkapnya. (Bipnewroom/T. Gs/ toeb)
|
agkzimzl http://paydayloanslts.com/ p...
juga penambangan batu galena secara i...
banyak sekali penambangan batu galena...
punvbrjs http://paydayloanslts.com/ p...
glhjbr http://paydayloanslts.ca/ payd...