Sabtu, 01 November 2014
Home Berita Utama Nawir: Beauty Contest Proyek Donggi- Senoro Sama Dengan Tender
Nawir: Beauty Contest Proyek Donggi- Senoro Sama Dengan Tender PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 14 Mei 2012 10:33

Jakarta, Tambangnews.com.- Langkah PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) memilih mitra strategis melalui beauty contest dalam proyek pembangunan kilang gas alam cair Donggi Senoro di Luwuk, Seulawesi Tengah dinilai melanggar hukum. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Januari 2011 yang lalu pun telah menjatuhkan putusannya.

Beauty contest, menurut Pertamina merupakan satu cara pemilihan mitra dengan pertimbangan apa saja sepanjang dipandang menguntungkan bagi pemilih. Sehingga, putusan KPPU dinilai tidak tepat.

Anggota KPPU Nawir Messi mengatakan, PT Pertamina jelas telah melanggar pasal 22 dan 23 UU no 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pertamina dinilai telah melakukan beauty contest dengan mengarahkan kepada Mitsubishi Corp.  Nawir mengingatkan, beauty contest adalah bagian dari lelang, sehingga harus dilakukan dengan jujur menaati tata cara dalam lelang.

“Beauty contest adalah salah satu prototype lelang, dimana sejumlah peserta diundang untuk mengikuti lelang, ada proses kualifikasi, sehingga keluarlah pemenang. Apa bedanya dengan tender?” jelas Nawir Rabu (9/5) kepada Tambangnews.com di kantornya di Graha Niaga Jakarta.

Disinggung mengenai upaya hukum yang diajukan Pertamina ke Mahkamah Agung, Nawir menyatakan hal tersebut adalah hak Pertamina. “Kita serahkan kepada MA, tapi kita berkeyakinan akan menang. Bahwa apabila kemudian mereka kalah, harus jalankan hukuman” ujarnya tegas. Adanya persekongkalan tersebut, menurut Nawir telah mengakibatkan iklim persaingan usaha yang tidak sehat di Indonesia.

Lebih lanjut, Nawir mengingatkan agar Mitsubishi tetap menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu. “Apabila Mitsubishi melalaikan konsesi yang diberikan kepadanya, maka Negara berhak mengambil alih dan melakukan lelang ulang,” jelas Nawir.

Senada dengan Nawir,  Pengamat kontrak migas Dr. Madjedi Hasan juga menegaskan bahwa proses pemilihan mitra yang diakui Pertamina sebagai beauty contest adalah bagian dari lelang. “Beauty contest atau pemilihan mitra usaha, hanya beda penamaan saja. Keduanya adalah bagian dari lelang,” ujarnya.

Senior Consultant dari Pranata Energi Nusantara ini menjelaskan, proses lelang dapat dilihat dari berbagai aspek. “Beauty contest adalah salah satu tahapan lelang untuk melihat kualifikasi peserta,” ujarnya. Inilah yang menurut Madjedi menjadi sumber adanya salah pemahaman terhadap beauty contest ataupun pemilihan mitra. “Pertamina menganggap dia lakukan beauty contest sehingga dapat bebas menunjuk mitra, padahal beauty contest adalah bagian dari tahapan lelang yang harus dilaksanakan sesuai aturannya,” tegasnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini pembangunan kilang gas Donggi Senoro baru mencapai 41%. Nilai investasipun membengkak dari sebelumnya  US$ 900 juta  menjadi  US$ 2,8 miliar atau setara dengan Rp. 26 triliun. Meski demikian, Madjedi menyatakan adalah hal yang biasa apabila terjadi peningkatan nilai investasi. Namun, yang patut dicermati adalah, apakah kenaikan biaya yang mencapai 180 persen, bisa dianggap wajar atau tidak. “Sepatutnya itu adalah tugasnya para penagak hukum untuk melanjutkan,” jelas Nawir.

Sementara itu Vice Presiden Corporate Comunnication PT Pertamina Moh. Harun yang dikonfirmasi tambangnews.com via pesan pendek tidak memberikan respon hingga berita ini di onlinekan. (ni/arif)

SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar