| Kesepakatan PTDMB - PT MultiCapital Merugikan Daerah |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Jumat, 24 Juli 2009 07:07 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Konsorsium tiga pemerintah di NTB yakni Pemprov NTB, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diyakini akan menderita kerugian terkait dengan kerjasama konsorsium yang tergabung dalam PT Daerah Maju Bersaing (PTDMB) dengan PT Multicapital yang tak lain masih dalam lingkungan Bakrie Group.Sebelumnya tiga pemda membentuk PT DMB dengan kepemilikan saham yakni Propinsi NTB sebesar 40%, Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 40%, dan Sumbawa sebesar 20% untuk mengambilalih saham divestasi yang dilepas PT Newmont Nusatenggara (PTNNT) sebesar 10% senilai Rp4.1 Trilyun. "Kita sangat yakin bahwa kesepakatan tersebut akan merugikan daerah," tegas anggota DPD RI yang juga Koordinator Komisi Penyelamatan Kekayaan Negara (KPKN) Marwan Batubara, dalam konferensi persnya di Ruang pers DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/) kemarin. Menurut Marwan, komitmen Multicapital memberikan dana kepada daerah senilai empat juta dolar AS per tahun belumlah sebanding dengan keuntungan NNT. Dalam proposal kerjasamanya PT Multicapital sepakat untuk membagi hasil 75 persen (Multicapital) dan 25 persen PTDMB dengan komitmen pemberian dana kepada daerah USD4 juta per tahun jika PT Newmoont Nusatenggara (PTNNT) belum memberikan dividen dan rencana pembangunan smelter di NTB. Dijelaskannya dalam laporan keuangan PTNNT tahun 2008 tercatat perusahaaan tambang tersebut mendapatkan keuntungan sebelum pajak sebesar 219 juta dolar AS. Dengan angka keuntungan tersebut daerah seharusnya mendapat 5,48 juta dolar AS. "Namun, berdasarkan kesepakatan dengan Multicapital, daerah hanya mendapat empat juta dolar AS atau ada selisih 1,48 juta dolar AS," tegasnya sambil menambahkan diperkirakan margin keuntungan NNT sebelum bunga investasi adalah sekira 42-47 persen. "Margin ini sangat besar untuk tidak dimanfaatkan oleh BUMD dan BUMN.Tentunya jumlah kerugian yang diderita daerah akan semakin besar," ujarnya. Marwan berharap tiga kepala daerah yang tergabung dalam konsorsium tidak terkecoh dengan tawaran PT Multicapital yang pada akhirnya akan merugikan daerah tersebut. "Itulah sebabnya mengapa BUMD dan BUMN sebagai perusahaan negara harus menguasai saham NNT, supaya manfaat terbesar tambang dapat dinikmati rakyat," jelas Marwan sambil menekankan bahwa agar dibentuk konsorsium negara (BUMN dan BUMD) serta menolak intervensi swasta asing untuk menguasai kekayaan negara dan sumber daya alam milik rakyat. (sn01) |





Jakarta, Tambangnews.com.- Konsorsium tiga pemerintah di NTB yakni Pemprov NTB, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diyakini akan menderita kerugian terkait dengan kerjasama konsorsium yang tergabung dalam PT Daerah Maju Bersaing (PTDMB) dengan PT Multicapital yang tak lain masih dalam lingkungan Bakrie Group.












agkzimzl http://paydayloanslts.com/ p...
juga penambangan batu galena secara i...
banyak sekali penambangan batu galena...
punvbrjs http://paydayloanslts.com/ p...
glhjbr http://paydayloanslts.ca/ payd...