Kamis, 23 Oktober 2014
Home Berita Utama Farouk Akan Panggil KPK Menyangkut Penyimpangan Divestasi Newmont Yang Melibatkan Tuan Guru Bajang
Farouk Akan Panggil KPK Menyangkut Penyimpangan Divestasi Newmont Yang Melibatkan Tuan Guru Bajang PDF Cetak E-mail
Oleh Zainuddin   
Jumat, 17 Agustus 2012 21:35

Jakarta, Tambangnews.com.- Lembaga DPD RI sebagai  lembaga yang mengurus tentang Daerah akan memanggil Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK). Pemanggilan dilakukan atas penyerapan aspirasi yang berkembang di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyangkut laporan dugaan tindak pidana korupsi atas divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara (PT. NNT).
Sebebelumnya, 8 Agustus 2012, anggota Komisi VII DPR RI, Fahri Hamzah pernah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar menyelamatkan Gubernur NTB, TGH. Muhammad Zainul Majdi dari jeratan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuai kritikan terhadap Fahri Hamzah dengan ancaman akan didemo oleh kalangan ormas Nahdatul Wathan (NW) di Lombok. Untuk mengurai ketegangan ditingkat daerah, anggota Komisi VII DPR RI dapil NTB (F-PPP) Tommy Adrian Firman akhirnya meminta kepada aparat penegak hukum agar segera turun menindak lanjuti kasus tersebut untuk mengurai persoalan yang juga diduga mendera dua Bupati.
Tak ingin berspekulasi, Ketua Panitia Akuntan Publik (PAP) DPD RI, Farouk Muhammad, Kamis 16 Agustus 2012 kepada Sumbawanews.com akhirnya  mengeluarkan statement akan memanggil KPK setelah masa libur lebaran berakhir. Pemanggilan KPK menurut Jenderal  Purnawirawan Kepolisian ini penting,  mengingat polemik yang terjadi di NTB sudah mengarah pada indikasi akan menggunakan kekuatan massa, untuk itu dirinya akan memanggil KPK guna  mengetahui perkembangan penanganganan kasus yang kini ramai dibicarakan di tingkat masyarakat NTB.
Kepada media ini, Farouk yang sering memimpin rapat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengulangi kisahnya yang meminta kepada Direksi PT. Daerah Maju  Bersaing (DMB) untuk mengirimkan laporan proses divestasi 24% saham PT. NNT, namun hingga hari ini laporan tersebut tidak ditindak lanjuti oleh PT. DMB yang selanjutnya dibawa ke Komisi Informasi (KI). Untuk memperkuat penindakan, dirinya akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk meminta surat perjanjian divestasi. Hal demikian tidak harus ditutupi katanya serta mempertegas informasi yang diterimanya dari orang dalam tentang adanya hal mencurigakan dalam perjanjian.
"MoU dengan perjanjian kerja itu beda sehingga itu yang kita minta sekarang," katanya  dan juga Farouk mengakui adanya laporan dari beberapa LSM dan pegiat anti korupsi mengenai masukan kepada KPK dan pada waktunya akan meminta KPK sebagai anggota DPD RI dan Ketua PAP tentang reaksi atas laporan masyarakat yang diterima KPK.
Sebelumnya, Sumbawanews pernah meminta tanggapa staf Pengaduan KPK Sugeng yang mengakui bahwa jajaran pimpinan KPK saat ini menempatkan isue penyimpangan MIGAS dan Pertambangan sebagai kasus besar yang harus dituntaskan, "Memang sektor pertambangan dan Migas penyimpangannya luar biasa," jelas Sugeng saat menerima mantan anggota DPR RI Hatta Taliwang di KPK, Kamis (2/8) siang.
Sugeng juga menjelaskan, KPK saat ini sudah menangani laporan terkait penyimpangan divestasi Newmont, "Setidaknya KPK sudah pada tahap pengumpulan barang bukti," terangnya.
Informasi yang diperoleh  Tambangnews, pada Oktober 2011 lalu, 3 orang tim KPK sudah memeriksa Dirut PTDMB Andy Hadianto serta mengambil beberapa dokumen terkait dengan proses divestasi 24% saham PTNNT.
"Dokumen-dokumen tersebut terus dikembangkan KPK, Jika bukti sudah kuat maka sudah tentu Gubernur NTB juga ikut diperiksa," terang Sugeng menjelaskan bahwa KPK tidak serta merta memeriksa seseorang jika bukti pendukung belum kuat. (Zainuddin)

SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 
Fahri: Kenaikan BBM Sekarang Tidak Tepat 21 Oktober 2014, 06.28 Administrator Utama
Fahri: Kenaikan BBM Sekarang Tidak Tepat
Fadli Zon: Belum Mendesak Menaikkan Harga BBM 16 Oktober 2014, 06.28 Administrator Utama
Fadli Zon: Belum Mendesak Menaikkan Harga BBM
DR RI: Kalteng Selalu Kesulitan BBM 16 Oktober 2014, 06.22 Administrator Utama
DR RI: Kalteng Selalu Kesulitan BBM