Kamis, 24 Juli 2014
Home Berita Utama Kementerian ESDM Sedang Menyusun Revisi Permen Nomor 7

Daerah

 
Kementerian ESDM Sedang Menyusun Revisi Permen Nomor 7 PDF Cetak E-mail
Oleh Rialod Rezeky   
Selasa, 13 November 2012 18:09

Jakarta,Tambangnews.com.- Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Perekonomian salah satunya agendanya adalah tindaklanjut pelaksanaan PerMen ESDM No.7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah (PNT) Mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian.

Sesuai Pasal 7 Peraturan Mahkamah Agung RI No.1 Tahun 2011 tentang Hak Uji Materil, "Pemberitahuan isi putusan Mahkamah Agung terhadap permohonan keberatan disampaikan dengan menyerahkan atau mengirimkan salinan Putusan Mahkamah Agung dengan surat tercatat kepada para pihak...".

"Namun demikian Kementerian ESDM akan melakukan kordinasi dengan instansi terkait untuk memonitor penerbitan putusan MA terhadap Permen ESDM No.7 Tahun 2012 dimaksud," ujar Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM disela-sela Rapat Koordinasi Terbatas Perekonomian, di Jakarta, Selasa (13/11).

Menurut Thamrin, apabila putusan MA telah diterima Kementerian ESDM, maka Menteri ESDM akan segera menyampaikan surat keberatan kepada Mahkamah Agung terhadap putusan dimaksud, karena putusan tersebut bertentangan dengan Pasal 55 UU No.24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konsitusi yang menyebutkan, "Pengujian peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang yang sedang dilakukan di Mahkamah Agung wajib dihentikan apabila undang-undang yang menjadi dasar pengujian peraturan tersebut sedang dalam proses pengujian Mahkamah Konsitusi sampai ada putusan Mahkamah Konsitusi".

Saat ini UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sedang dalan proses uji materi di MK.

"Kementerian ESDM sedang menyusun Peraturan Menteri baru sebagai pengganti atau revisi Permen ESDM No.7 Tahun 2012 dan tetap konsisten dengan kebijakan Pengendalian Penjualan Bijih (Raw Material atau Ore) Mineral ke luar negeri,"jelas Thamrin. (Rialdo Rezeky)

SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar