| Pemerintah - DPR Sepakati ICP dan Produksi Minyak 2010 |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Selasa, 25 Agustus 2009 18:47 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Komisi VII DPR menetapkan asumsi Indonesia Crude Price (ICP) untuk RAPBN 2010 sebesar US$60-US$70 / barrel. Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto (F-PG) saat memimpin Raker antara Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM beserta BUMN terkait, di DPR, Senin (24/8).“DPR dan Pemerintah menyepakati asumsi ICP untuk RAPBN 2010 sebesar US$60-US$70 / barrel,” kata Airlangga. Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy (F-PAN) mengatakan, ICP harus dipatok pada besaran US$65/ barrel mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif. Tjatur menambahkan, karena pada tahun 2009 ini ICP sudah dipatok US$61/barrel, maka tidak mungkin pada tahun 2010 menjadi turun. “Yang bagus ICP adalah sebesar US$65/ barrel karena pada tahun kemasin sebesar US$61/barrel,” jelas Tjatur. Anggota Komisi VII DPR lainyya Syamsul Bachri (F-PG) meminta agar pemerintah menetapkan asumsi rata-rata terhadap ICP, terutama sekali nilai rata-rata minimum. Jika pada tahun kemarin pemerintah menetapkan rata-rata ICP sebesar US$50-US$70/barrel, maka lanjut Syamsul, tahun ini harusnya dipersempit menjadi US$60-US$70/barrel, sehingga pemerintah dapat lebih objektif dalam menggunakan angka tersebut. Pemerintah dan Komisi VII DPR juga menyepakati target produksi minyak tahun 2010 sebesar 965.000 barel per hari, Senin (24/8). Ini sesuai dengan Nota Keuangan yang dibacakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 3 Agustus 2009. Target ini naik 5.000 barel per hari dari kesepakatan rapat sebelumnya dengan Komisi VII DPR tanggal 2 Juni 2009, di mana disepakati target produksi minyak bumi pada RAPBN 2010 sebesar 960.000 barel per hari atau sama dengan tahun 2008. Kenaikan target produksi minyak bumi, jelas Kepala BPMIGAS dalam rapat kerja dengan Komisi VII, kemarin, lantaran terjadi kenaikan produksi yang signifikan dari PT Pertamina EP yang semula hanya sekitar 122.000 barel per hari, kini menjadi 138.000 barel per hari. “Itu dari lapangan yang dikelola sendiri. Sedangkan dari lapangan Offshore Northwest Java (ONWJ) yang dibeli dari BP, produksinya juga meningkat dari 22.000 barel per hari menjadi 28.000 barel per hari,” katanya. Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dalam penjelasannya kepada Komisi VII DPR mengatakan, sebenarnya harga minyak mentah dunia tidak dapat diprediksi karena ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi selain permintaan minyak, diantaranya yaitu peningkatan supply dari negara-negara yang tergabung di dalam OPEC atau yang berada di luar OPEC. Purnomo menambahkan, selama ini pemerintah selalu memberikan rekomendasi berupa nilai rata-rata kepada DPR mengenai asumsi ICP. Pemerintah menurutnya sudah memberikan usulan kepada Panitia Anggaran DPR mengenai asumsi ICP sebesar US$50-US$70/ barrel. “Tidak ada perbedaan diantara pemerntah dan DPR,” jelasnya.(DPR/tn03) |





Jakarta, Tambangnews.com.- Komisi VII DPR menetapkan asumsi Indonesia Crude Price (ICP) untuk RAPBN 2010 sebesar US$60-US$70 / barrel. Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto (F-PG) saat memimpin Raker antara Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM beserta BUMN terkait, di DPR, Senin (24/8).












agkzimzl http://paydayloanslts.com/ p...
juga penambangan batu galena secara i...
banyak sekali penambangan batu galena...
punvbrjs http://paydayloanslts.com/ p...
glhjbr http://paydayloanslts.ca/ payd...