Jumat, 10 Februari 2012
Home Berita Utama Akibat Longsor, Kehati Minta Hasil Kajian Newmont Dipublikasikan
Akibat Longsor, Kehati Minta Hasil Kajian Newmont Dipublikasikan PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 02 Oktober 2009 06:21
SUMBAWA BESAR, Tambangnews.com.- Terkait dengan telah terjadi longsoran di lokasi penambangan tembaga dan emas Batu Hijau PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), itu menandakan teguran alam kepada manusia dan kepada koorporasi tambang yang mengelolanya, bahwa kondisi alam di wilayah itu sudah labil, sehingga sudah saatnya kebijakan tambang (eksploitasi PT.NNT) di Batu Hijau untuk dihentikan, meskipun pihak operation PT NNT tetap memaksakan diri untuk tetap melanjutkan eksplitasi dengan kondisi itu, maka secara otomatis, perencanaan tambang PT. NNT berbagai aspek pasti berubah, terutama tata kelola lingkungannya, demikian di sampaikan Ketua Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan Kehati) Sumbawa, Agus Salim Nur melalui siaran pers yang diterima media ini.

"Lokasi longsor dibadan jalan akses pit Batu Hijau berada di tengah-tengah, sehingga apabila akan membuat akses jalan baru, maka secara otomatis, permukaan Pit harus berubah dengan cara di perlebar, hal itu pasti akan merubah tata kelola lingkungan yang pernah di usulkan oleh PT NNT melalui AMDALnya," kata Agus Salim Nur, seraya menambahkan, apabila hal itu terjadi makan PT NNT harus membuat kajian analisi dampak lingkungan di wilayah Batu Hijau, karena pada perinsipnya, didalam lokasi eksplotasi telah terjadi  perubahan perencanaan.

Bahkan tambahnya, longsor yang terjadi meskipun tidak besar, akan tetapi  sangat berdampak pada aktifitas eksploitasi perusahaan merjer Amerika dan Jepang itu di Indonesia, apalagi dalam istimasinya, titik kedalaman yang di  keruk adalah  berpotensi ekonomi tambang sangat tinggi,  dibandingkan dengan material tambang yang di timbun di stokpile yang saat ini dengan terpaksa diproses, sebagai upaya kesinambungan produksi tambang perusahaan itu.

Lebih lanjut di jelaskan ketua Yayasan  Kehati Sumbawa itu,  apa bila mementingkan kehendak perusahaan, maka eksploitasi tetap dilanjutkan, lain halnya apabila melihat kondisi alam di lokasi Pit itu, selain adanya rembesan air di dinding lubang tambang raksasa itu, dengan sistem pembuangan air menggunakan teknologi (mesin penyedot), ditambah lagi dengan pembuatan jalur baru sebagai akses ke dasar Pit, selain memakan waktu, budget juga akan merubah rona lingkungan di sekitar pit. Berdasarkan hal itu ungkap ketua Yayasan Kehati Sumbawa, mengharapkan kepada managemen PT. NNT untuk tidak berspikulasi melanjutkan eksploitasi di Batu Hijau jika penanganan longsor belum jelas.

Sementara itu, Koordinator Departemen Advokasi Lingkungan Hidup Yayasan Kehati Sumbawa, Putera Tonang Alamsyah menambahkan, longsoran di lokasi pertambangan secara terbuka di seluruh dunia, memang bukan hal baru, apa lagi luar biasa, akan tetapi seluruh perusahaan pertambangan yang sudah mengalami hal seperti itu, pasti mengakhiri proses eksploitasinya, dan penghentian aktifitas secara permanen pernah terjadi di beberapa daerah pertambangan di Indonesia terutama di wilayah Kalimantan dan di kepulauan Sumatera.

" Lain halnya dengan sistem pertambangan terbuka PT. Freeport Indonesia di Papua (Irian Jaya), lokasi pertambangan mereka berada di daerah dataran tinggi, sehingga sistem pembuangan airnya dapat mengunakan trowongan dreanase untuk dibuang ke daerah yang berada di bawahnya, akan tetapi lain hanya dengan kondisi tambang terbuka PT. NNT, justru berada di  bawah permukaan air laut, sehingga  sistem pembuangan airnya menggunakan mesin penyedot, dan itu sangat rentan  bagi dinding Pit," ungkap  koordinator Departemen Advokasi Lingkungan Yayasan Kehati itu.

Terkait dengan  hal itu,  diharapkan  kepada pemerintah  untuk  benar-benar mempertimbangkan aspek lingkungan dari aktifitas pertambangan di Batu Hijau,  sambil  tidak terlalu memikirkan  keuntungan atau pendapatan negara dari sektor tambang pasca Divestasi saham PT. NNT dengan pemerintah daerah NTB, Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa.

Selain itu, dia meminta kepada manajemen PT. NNT untuk dapat mempublikasikan hasil pengkajian tata kelola lingkungan pasca longsoran terjadi, terutama hasil rancangan pembangunan tambang  dalam  pembuatan akses jalan pengganti longsoran. (***)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
LAST_UPDATED2
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Penawaran Langsung Oleh Pertamina Dalam WK Migas Non Konvensional 10 Februari 2012, 11.23 Administrator Nasional
Penawaran Langsung Oleh Pertamina Dalam WK Migas Non Konvensional
Pengadaan Hulu Migas 2011 Capai Rp 106 Triliun 10 Februari 2012, 11.19 Administrator Nasional
Pengadaan Hulu Migas 2011 Capai Rp 106 Triliun
Delegasi US-Asean Council Tawarkan Kerjasama Energi 10 Februari 2012, 11.02 Administrator Utama
Delegasi US-Asean Council Tawarkan Kerjasama Energi
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI 09 Februari 2012, 23.45 Administrator Utama
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan 08 Februari 2012, 22.37 Administrator Utama
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan

Berita Terbaru

Last Update:
10-02-2012 04:23
[cached @23:20]