Kamis, 24 Mei 2012
Home Berita Utama Pemda NTB Pimpin Konsorsium Pembelian Saham Newmont
Pemda NTB Pimpin Konsorsium Pembelian Saham Newmont PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 04 November 2009 11:28
Jakarta, Tambangnews.com.- Kesimpangsiuran informasi antara Pemda NTB atau PT Aneka Tambang (Antam) menjadi lead konsorsium pembelian 14% divestasi PT Newmont Nusa Tenggara akhirnya terjawab.

Seperti dilansir oleh Media Indonesia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedi Saleh, menegaskan, pemerintah sudah memutuskan bahwa tiga pemerintah daerah di NTB sebagai pimpinan pembelian 14 persen saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

"Berdasarkan hasil rapat yang dipimpin Menko Perekonomian dan dihadiri tiga menteri, yakni Menkeu, Meneg BUMN, dan Menteri ESDM, pada Selasa (3/11) pagi diputuskan pemda menjadi lead dalam skema pembelian saham divestasi Newmont," kata Menteri dalam pesan singkatnya di Jakarta, Rabu (4/11).

Menurut Darwin, keikutsertaan pemerintah pusat melalui BUMN, dalam hal ini PT Antam Tbk, dalam pembelian saham NNT tersebut tetap dalam kerangka pemda di NTB sebagai lead-nya. Darwin sekaligus membantah pemberitaan yang menyebutkan pemerintah sudah memutuskan Antam sebagai lead dalam pembelian 14 persen saham perusahaan asing yang memproduksikan tembaga dan emas tersebut. "Berita Antam sebagai lead itu tidak benar. Karena, bukan itu hasil rapat yang dipimpin Menko Perekonomian (Selasa) kemarin," ujarnya.

Proses negosiasi divestasi saham Newmont terbagi menjadi dua bagian yakni antara Newmont dengan pemerintah pusat sebesar 14 persen, dan Newmont dengan pemerintah daerah untuk 10 persen. NNT merupakan perusahaan tambang asing asal AS yang menambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB.

Sebanyak 80 persen saham perusahaan tersebut dikuasai Nusa Tenggara Partnership yang terdiri dari Newmont Indonesia Ltd sebesar 45 persen dan 35 persen oleh Nusa Tenggara Mining Corp dan Sumitomo Jepang. Sisa saham sebesar 20 persen dikuasai PT Pukuafu Indah.

Sesuai kontrak karya, NNT diwajibkan mendivestasikan 51 persen saham asingnya ke pihak nasional paling akhir Maret 2010. Saat ini, sebanyak 20 persen sudah dikuasai nasional melalui Pukuafu, sehingga NNT mesti mendivestasikan 31 persen sisanya.

Sebelumnya pada selasa kemarin Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Kantor Menko Perekonomian di Jakarta menjelaskan bahwa Pemerintah mengupayakann dalam divestasi saham perusahaan tambang emas tersebut mengakomodasi BUMN maupun BUMD sebagai badan usaha milik daerah dan prosesnya tengah dibicarakan.

"Proses divestasi saham Newmont sedang digodok antara pemerintah pusat dan daerah di bawah koordinasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral," jelas Hatta

"Prinsipnya semua diakomodasi, sedangkan untuk business to business tentu pemerintah pusat tidak ikut campur,"tegasnya.(*/sn01)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR 23 Mei 2012, 23.40 Administrator Nasional
Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota 23 Mei 2012, 23.31 Administrator Utama
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan 23 Mei 2012, 23.29 Administrator Utama
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT

Berita Terbaru

Last Update:
23-05-2012 16:40
[cached @14:50]