| Masyarakat Peduli Moyo Utara Tolak Keberadaan ANTAM |
|
|
|
| Oleh Lukmanul Hakim |
| Jumat, 13 November 2009 07:10 |
Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Rencana survey eksplorasi PT. ANTAM TBK di gunung 'Olat Cabe' mendapat penolakan dari element masyarakat yang menamakan dirinya Masyarakat peduli Moyo Utara (MPMU), karena dikhawatirkan akan menimbulkan terganggunya kestabilan dan kerukunan antar masyarakat setempat. Selain itu, meminta kepada Bupati untuk membatalkan (SK) Bupati nomor 206 tahun 2008, tentang pemberian kuasa pertambangan eksplorasi kepada PT.Antam TBK diwilayah Moyo Hilir dan Moyo Utara.Dalam siaran Persnya Sekretaris MPMU M.Azhar, S.Pd menyebutkan, Surat keputusan (SK) Bupati nomor 206 tahun 2008, tentang pemberian kuasa pertambangan eksplorasi kepada PT.Antam TBK diwilayah Moyo Hilir dan Moyo Utara, serta adanya surat dari camat Moyo Utara tertanggal 29 oktober 2009 nomor :530/252/x/2009. ditindak lanjuti dengan pertemuan pada 2 november lalu yang difasilitasi oleh Kepala Desa dan BPD Desa Kukin. Yang dihadiri berbagai element masyarakat hingga kepala dinas pertambangan dan energi kabupaten Sumbawa. Dari pertemuan tersebut ujar Azhar, mengemuka beberapa hal yang menjadi pertimbangan pemerintah terhadap rencana eksplorasi Olat cabe, seperti, kawasan Olat Cabe merupakan suimber air bagi lahan pertanian beberapa kawasan pertanian, sebagai areal ternak masyarakat kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir. "masyarakat dua kecamatan ini, hidup dari tiga sumber mata pencaharian utama yakni pertanian sawah irigasi tehnis, lahan kering disepanjang lereng Olat cabe, serta peternakan yang sangat menopang kehidupan masyarakat,"ujarnya dengan menambahkan, sehingga belum memerlukan tambang, mengingat keberadaan tambang tidak akan mensejahterakan masyarakat justeru akan merusak eksosistem yang berdampak pada pola dasar pencaharian masyarakat sekitar tambang. Dari beberapa pertimbangan tersebut Ujar Azhar, MPMU menolak rencana ekploitasi tambang di Olat Cabe, serta mengecam rencana-rencana survey eksplorasi disemua wilayah kecamatan Moyo Utara, serta mendesak pemerintah daerah untuk membatalkan surat keputusan Bupati nomor 206 tahun 2008 tentang ijin kuasa pertambangan tersebut. Serta meminta kepada masyarakat Moyo Utara untuk menghindari kerjasama dengan PT Antam. TBK mengingat keberadaan tambang sangat berpotensi menyengsarakan masyarakat. (loek) |





Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Rencana survey eksplorasi PT. ANTAM TBK di gunung 'Olat Cabe' mendapat penolakan dari element masyarakat yang menamakan dirinya Masyarakat peduli Moyo Utara (MPMU), karena dikhawatirkan akan menimbulkan terganggunya kestabilan dan kerukunan antar masyarakat setempat. Selain itu, meminta kepada Bupati untuk membatalkan (SK) Bupati nomor 206 tahun 2008, tentang pemberian kuasa pertambangan eksplorasi kepada PT.Antam TBK diwilayah Moyo Hilir dan Moyo Utara.













agkzimzl http://paydayloanslts.com/ p...
juga penambangan batu galena secara i...
banyak sekali penambangan batu galena...
punvbrjs http://paydayloanslts.com/ p...
glhjbr http://paydayloanslts.ca/ payd...