Kamis, 24 Mei 2012
Home Berita Utama Inilah Alasan Antam Batalkan Pembelian saham Divestasi PT. Newmont
Inilah Alasan Antam Batalkan Pembelian saham Divestasi PT. Newmont PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 01 Desember 2009 20:12
Jakarta, Tambangnews.com.- “Setelah melalui kajian internal, terutama dari aspek komersil, PT Antam memutuskan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam konsorsium Pemda Nusa Tenggara Barat dalam pembelian saham divestasi PT. Newmont Nusa Tenggara Barat,” tegas Direktur Utama PT Antam Alwinsyah Loebis saat RDP dengan Komisi VII DPR di Gedung Nusantara, Senin (30/11) seperti dilansir oleh situs DPR RI.

            Alwin menjelaskan, semula PT. Antam (Aneka Tambang) mengusulkan untuk membeli minimal 15,5 persen saham divestasi PT. Newmont Nusa Tenggara Barat (PT. NNT), namun ternyata usulan tersebut tidak tercapai kesepakatan sehingga manajemen memutuskan untuk mundur.

            Menanggapi keputusan PT Antam, Anggota Komisi VII Asfihani dengan tegas mangatakan yang penting divestasi saham PT. Newmont benar-benar direalisasikan. “Siapapun yang berpartisipasi, apakah Antam, Pemda maupun pihak ketiga, kita mau divestasi Newmont itu direalisasikan segera dan dengan efektif,” tegasnya

            Asfi berharap, meski Antam tidak jadi berpartisipasi, namun Pemerintah pusat harus tetap melakukan control. “Kita mewanti-wanti agar Pemda NTB sebagai pembeli mayoritas harus betul-betul profesional walaupun pendanaannya didukung oleh Bakrie Group,” terangnya

            Sementara itu pada RDP berlangsung, Anggota Komisi VII Milton Pakpahan dari Fraksi Demokrat mempertanyakan alasan keputusan PT Aneka Tambang mundur dari divestasi saham PT. NNT. “Sebenarnya persentase 15,5 itu Antam menginginkan berapa,” tanyanya

            Menurut Milton, Antam sebagai ujung tombak BUMN seharusnya ada strategi. Kedepan kata dia, aka nada divestasi saham perusahaan-perusahaan besar. “Saya minta lebih detail penjelasan masalah ini,” pintanya

            Menanggapi pernyataan tersebut, Dirut PT Antam Alwinsyah Loebis pada surat pertama yang dikirim kepada pemerintah, Antam meminta 14% saham periode 2008-2009, dengan catatan Antam akan memperoleh saham 7% pada periode 2010.

            “Kalau hanya 5%, tidak akan ada pengaruh apa-apa. Tadinya 21% hitungan kita. Berikutnya kita hitung menjadi 15,5% dengan catatan kita yang control,” terang Alwinsyah

            Dia merasa khawatir jika Antam hanya sekedar ikut berpartisipasi. Karena itu, selain masalah persentase, ketiadaan kontrol juga menjadi alasan utama mundurnya Antam. (sw)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR 23 Mei 2012, 23.40 Administrator Nasional
Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota 23 Mei 2012, 23.31 Administrator Utama
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan 23 Mei 2012, 23.29 Administrator Utama
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT

Berita Terbaru

Last Update:
23-05-2012 16:40
[cached @14:50]