Kamis, 24 Mei 2012
Home Berita Utama DPR Minta PLN Kaji Ulang Pola Subsidi Listrik
DPR Minta PLN Kaji Ulang Pola Subsidi Listrik PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 27 Januari 2010 08:22

Jakarta, Tambangnews.com.- Komisi VII DPR meminta PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mengkaji ulang pola pemberian subsidi listrik. Hal ini dimaksudkan agar subsidi yang diberikan tepat sasaran yakni masyarakat miskin

“Sebaiknya PLN, Pemerintah bersama DPR mengkaji pola subsidi listrik yang bisa didasarkan pada segmentasi masyarakat,” kata Anggota Komisi VII Satya W Yudha (Fraksi PG) saat Rapat Dengar Pendapat Komisi VII dengan Dirut PT. PLN di Gedung Nusantara I, Senin (25/01)

Yudha menilai, selama ini subsidi listrik belum tepat sasaran, terbukti untuk  rakyat kaya dan miskin menikmati tarif listrik dengan harga yang sama. Tarif listrik yang berlaku saat ini tidak sesuai dengan nilai keekonomian karena mendapat subsidi dari pemerintah

“Kita bisa juga mencontoh Jerman yang memperkenalkan skema Feed in Tariff,” usulnya. Untuk pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan seperti geothermal & solar cell, dapat menghitung berapa beban yang harus ditanggung oleh konsumen yang kaya dengan cara harga keekonomian dari penggunaan energi terbarukan dikurangi harga keekonomian PLN pada umumnya lantas dibagi dengan jumlah penduduk yang akan menikmati listrik itu,” jelasnya

            Cara ini juga lanjutnya, akan menekan kenaikan harga tambahan serta industri listrik yang berbasis energi terbarukan dapat hidup, namun satu sisi, kalangan rakyat bawah tetap diberlakukan atau mendapat subsidi penuh.

            Karenanya Yudha yakin, Dengan mekanisme feed in tarif, maka subsidi yang diberikan akan lebih tepat sasaran

Yudha menambahkan, mekanisme itu mirip dengan sistem yang terjadi di bahan bakar minyak (BBM) Pertamina. dimana untuk kelompok miskin saja yang menerima subsidi penuh. “Pertamina memiliki beberapa jenis produk yaitu premium yang ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah dan pertamax atau BBM non subsidi dengan sasaran pemasaran adalah masyarakat menengah ke atas,” katanya

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, mengusulkan pemberian bantuan langsung tunai untuk listrik sehingga tarif listrik di pasaran bisa mencapai nilai keekonomian. Pihaknya meyakini, dengan adanya bantuan langsung tunai itu, diharapkan subsidi pemerintah yang diberikan untuk sektor kelistrikan bisa lebih tepat sasaran

Menurut Dahlan, sasaran bantuan langsung tunai atau BLT listrik tersebut hanya diberikan kepada pelanggan kecil. "Mekanismenya belum tahu, tetapi kalau teknis kan lebih gampang dibandingkan BLT untuk BBM karena kami mengetahui siapa pelanggan yang layak disubsidi, datanya lebih mudah dibandingkan BLT yang dulu. Kalau pelanggan kecil dengan 450 watt, itu kan layak mendapat BLT," ujarnya.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Anggota Komisi VII Heriyanto (Fraksi PD) menegaskan, pada prinsipnya dirinya mendukung, namun ia menekankan, agar mengedepankan kepentingan masyarakat miskin. “Seperti apapun mekanisme pemberian subsidinya, yang penting sasaran pemberian subsidi dapat merasakan manfaatnya,” kata Heriyanto. (sw/DPR)

SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR 23 Mei 2012, 23.40 Administrator Nasional
Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota 23 Mei 2012, 23.31 Administrator Utama
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan 23 Mei 2012, 23.29 Administrator Utama
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT

Berita Terbaru

Last Update:
23-05-2012 16:40
[cached @14:50]