Kamis, 24 Mei 2012
Home Berita Utama JATAM Desak Hentikan Penambangan di Indonesia
JATAM Desak Hentikan Penambangan di Indonesia PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Sabtu, 08 Mei 2010 16:36
Jakarta, Tambangnews.com.- Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mendesakkan seruan secara luas untuk menghentikan seluruh operasi tambang di Indonesia hingga sektor-sektor publik menjamin keselamatan dan keamanan rakyat, produktivitas dan daya pulih rakyat serta keberlanjutan fungsi-fungsi layanan alam.

Seruan ini dikeluarkan oleh Jatam pada  Jumat, 7 Mei 2010, setelah dilakukannya musyawarah pada Pertemuan Nasional selama tiga hari, yang berlangsung dari 3 hingga 6 Mei 2010, yakni terpilihnya Koordinator Nasional JATAM, Andrie S. Wijaya, menggantikan Siti Maimunah yang telah memimpin organisasi kampanye dan perlawanan terhadap daya rusak industri pertambangan di Indonesia selama enam tahun. Selain itu JATAM telah menghasilkan sebuah deklarasi yang disusun bersama-sama oleh para pegiat JATAM dari Aceh hingga Papua di Cisarua, Kabupaten Bogor.

Koordinator Nasional JATAM: Andrie S. Wijaya dalam siaran persnya menjelaskan Deklarasi Cisarua merupakan seruan kepada publik oleh warga dari Aceh hingga Papua yang menjadi bagian gerakan perlawanan JATAM - yang telah kehilangan ruang hidup mereka, mengalami pemiskinan serta penistaan martabat sebagai warga - akibat daya rusak industri pertambangan dan sektor energi.  Deklarasi Cisarua secara tegas menyatakan bahwa sudah saatnya segala ekstraksi materi dan energi dibatasi untuk sebesar- besarnya pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. Agenda utama JATAM adalah melakukan tindakan mempertinggi derajat keselamatan dan keamanan rakyat, daya pulih produktifitas rakyat, serta keberlanjutan fungsi- fungsi alam.

Pengerukan bahan tambang yang rakus air, lahan dan energi selalu melibatkan kekuasaan, telah sangat nyata menjadi mesin penghancur yang serakah. Kebijakan pertambangan yang makin longgar telah membuat Indonesia menjadi kawasan target utama ekplorasi tambang di Asia Tenggara. Naiknya permintaan materi dan energi dari India, China, Jepang, Korea, Australia dan Eropa  telah mengkerutkan ruang penghidupan warga  di kawasan-kawasan industri tambang beroperasi.

"Kami meyakini keserakahan kapitalis ekstraktif yang tidak terbatas itu harus dihentikan karena pada kenyataannya kita hidup di dunia yang serba terbatas." tegas andrie. (tn01)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
MAPALA KOMPAS  - TAMBANG TIMAH   |203.78.118.xxx |2010-06-11 20:56:26
SALAM LESTARI,
MOHOM KOORDINASI SERTA INFORMASI TUK MENGUPAYAKAN PEMBERDAYAAN
MAHASISWA - MAHASISWA DI BANGKA.
Abdul rahman   |210.79.217.xxx |2012-01-25 14:33:31
ingin bergabung di jatam akau tinggal di kabupaten morowali .......
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR 23 Mei 2012, 23.40 Administrator Nasional
Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota 23 Mei 2012, 23.31 Administrator Utama
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan 23 Mei 2012, 23.29 Administrator Utama
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT

Berita Terbaru

Last Update:
23-05-2012 16:40
[cached @15:50]