| JATAM Desak Hentikan Penambangan di Indonesia |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Sabtu, 08 Mei 2010 16:36 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mendesakkan seruan secara luas untuk menghentikan seluruh operasi tambang di Indonesia hingga sektor-sektor publik menjamin keselamatan dan keamanan rakyat, produktivitas dan daya pulih rakyat serta keberlanjutan fungsi-fungsi layanan alam.Seruan ini dikeluarkan oleh Jatam pada Jumat, 7 Mei 2010, setelah dilakukannya musyawarah pada Pertemuan Nasional selama tiga hari, yang berlangsung dari 3 hingga 6 Mei 2010, yakni terpilihnya Koordinator Nasional JATAM, Andrie S. Wijaya, menggantikan Siti Maimunah yang telah memimpin organisasi kampanye dan perlawanan terhadap daya rusak industri pertambangan di Indonesia selama enam tahun. Selain itu JATAM telah menghasilkan sebuah deklarasi yang disusun bersama-sama oleh para pegiat JATAM dari Aceh hingga Papua di Cisarua, Kabupaten Bogor. Koordinator Nasional JATAM: Andrie S. Wijaya dalam siaran persnya menjelaskan Deklarasi Cisarua merupakan seruan kepada publik oleh warga dari Aceh hingga Papua yang menjadi bagian gerakan perlawanan JATAM - yang telah kehilangan ruang hidup mereka, mengalami pemiskinan serta penistaan martabat sebagai warga - akibat daya rusak industri pertambangan dan sektor energi. Deklarasi Cisarua secara tegas menyatakan bahwa sudah saatnya segala ekstraksi materi dan energi dibatasi untuk sebesar- besarnya pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. Agenda utama JATAM adalah melakukan tindakan mempertinggi derajat keselamatan dan keamanan rakyat, daya pulih produktifitas rakyat, serta keberlanjutan fungsi- fungsi alam. Pengerukan bahan tambang yang rakus air, lahan dan energi selalu melibatkan kekuasaan, telah sangat nyata menjadi mesin penghancur yang serakah. Kebijakan pertambangan yang makin longgar telah membuat Indonesia menjadi kawasan target utama ekplorasi tambang di Asia Tenggara. Naiknya permintaan materi dan energi dari India, China, Jepang, Korea, Australia dan Eropa telah mengkerutkan ruang penghidupan warga di kawasan-kawasan industri tambang beroperasi. "Kami meyakini keserakahan kapitalis ekstraktif yang tidak terbatas itu harus dihentikan karena pada kenyataannya kita hidup di dunia yang serba terbatas." tegas andrie. (tn01) |





Jakarta, Tambangnews.com.- Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mendesakkan seruan secara luas untuk menghentikan seluruh operasi tambang di Indonesia hingga sektor-sektor publik menjamin keselamatan dan keamanan rakyat, produktivitas dan daya pulih rakyat serta keberlanjutan fungsi-fungsi layanan alam.













agkzimzl http://paydayloanslts.com/ p...
juga penambangan batu galena secara i...
banyak sekali penambangan batu galena...
punvbrjs http://paydayloanslts.com/ p...
glhjbr http://paydayloanslts.ca/ payd...