| Pemerintah: Tahun 2020 Produksi CPO Capai 40 Juta Ton |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Kamis, 20 Mei 2010 10:11 |
Jakarta, Tambangnews.com. – Kementerian Pertanian RI memperkirakan target produksi crude palm oil (CPO) tahun 2020 akan mencapai 40 juta ton, dan kenaikan produksi tersebut tidak melalui perluasan lahan melainkan melalui peningkatan produktivitas benih sawit unggul.Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamukti mengatakan, tahun 2010 ini produksi CPO Indonesia sekitar 20 juta ton, dan ke depan dalam sepuluh tahun mendatang, dengan kualitas dan produktivitas benih sawit unggul, produksi CPO diharapkan mencapai 40 juta ton. “Jadi peningkatan produksi CPO dua kali lipatnya itu tidak melalui perluasan lahan secara besar-besaran, melainkan melalui peningkatan produktivitas benih sawit yang saat ini sudah waktunya melakukan peremajaan kebun,” katanya di Gedung Kementan RI di Jakarta, Rabu (19/5). Menurut dia, peremajaan kebun sawit diperkirakan akan mencakup lahan seluas 250 ribu hingga 300 ribu hektare per tahun, dan peremajaan itu tentu membutuhkan benih yang sangat banyak dan dengan kualitas yang lebih baik. Sementara itu pada kesempatan sama Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, Achmad Mangga Barani mengatakan, pengembangan industri CPO ke depan akan difokuskan pada upaya intensifikasi lahan yang ada dan mengurangi perluasan areal kebun sawit. “Perluasan areal memang tetap diperlukan, namun untuk mencapai target 40 juta ton CPO pada tahun 2020, pemerintah akan mengupayakannya melalui peningkatan intensifikasi, bukan melalui perluasan kebun atau ekstensifikasi,” katanya. Pada tahun 2020, katanya, dengan produksi CPO yang mencapai 40 juta ton, maka luas areal perkebunannya akan mencapai 9,127 juta hektare, dengan produktivitas lahan sebanyak 4,5 ton per hektare. Tahun 2010 ini, katanya, luas lahan sawit diperkirakan baru mencapai 8,127 juta hektare dengan produksi CPO sebanyak 23,199 juta ton, artinya produktivitas tanaman sawit mencapai 3,717 ton per hektare. Pada kesempatan sama Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono mengingatkan agar pemerintah tetap melindungi dan memberikan dukungan kepada sektor persawitan mengingat potensi pasarnya sangat besar. Berdasarkan perhitungan, kata dia, permintaan CPO masih akan tetap melaju lebih cepat ketimbang produksi, sehingga pasar tetap ada dan harga jual masih akan tetap tinggi. Dikemukakan bahwa selisih permintaan dan produksi mencapai 500 ribu ton hingga 1 juta ton per tahun, dengan permintaan per tahun antara lima juta ton hingga 5,5 juta ton. Pemerintah sendiri menargetkan produksi CPO tahun 2010 mencapai 23 juta ton atau meningkat dari produksi tahun 2009 sebanyak 21,5 juta ton. (BIPnewsroom/T.Bhr/ysoel) |





Jakarta, Tambangnews.com. – Kementerian Pertanian RI memperkirakan target produksi crude palm oil (CPO) tahun 2020 akan mencapai 40 juta ton, dan kenaikan produksi tersebut tidak melalui perluasan lahan melainkan melalui peningkatan produktivitas benih sawit unggul.













agkzimzl http://paydayloanslts.com/ p...
juga penambangan batu galena secara i...
banyak sekali penambangan batu galena...
punvbrjs http://paydayloanslts.com/ p...
glhjbr http://paydayloanslts.ca/ payd...