| Penambangan Hijrah ‘Bom Waktu’ bagi Sumbawa |
|
|
|
| Oleh Lukmanul Hakim |
| Selasa, 06 Juli 2010 21:32 |
SUMBAWA BESAR, Tambangnews.com.- Penambangan liar di desa Hijrah kecamatan Lape masih berlanjut. Bahkan gelombang penambang liar yang datang ke wilayah penambangan semakin mengkhawatirkan. Dari informasi ada mobilisasi penambang dari Kalimantan dan Sulawesi. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa kendali pemerintah maka tidak menutup kemungkinan Sumbawa akan menjadi sekotong II dan ini akan menjadi bom waktu. Sekretaris Komisi III DPRD Sumbawa, A.Rafiq, kepada wartawan, Senin (5/7) menjelaskan Tidak jelasnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sumbawa membuat penambangan ini terjadi di sembarang tempat. Pemerintah belum memiliki penataan yang jelas, mana yang masuk wilayah pertambangan, pertanian atau peternakan. Tak heran, kalau kemudian sumber daya alam yang ada dieksploitasi semaunya. Sementara dalam RTRW Nasional telah diatur untuk RTRW Propinsi wajib menyediakan 30 persen ruang terbuka hijau. “Tentunya RTRW Kabupaten juga harus mengacu kepada RTRW diatasnya,”cetusnya. Terkait penambangan liar ini, Ketua Komisi II, Budi Suryata, S.P juga mengkhawatirkan derasnya gelombang penambang liar dari luar daerah. Pihaknya berharap kepada Pemkab agar tetap berkoordinasi dengan aparatur yang dimilikinya seperti Pol PP Serta dengan pihak kepolisian. Sebab masalah ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak. Kalau tidak segera diantisipasi. “Belajar dari Sektong, dibiarakan lama, sehingga meledak dan akhirnya memakan korban. Jangan sampai Hijrah menjadi Sekotong jilid II,”cetusnya. Menurutnya, persoalan Hijrah dangat dilematis. Disatu sisi rakyat membutuhkan tambang tersebut.Namun dari sisi regulasi tidak memungkinkan. Proses pembiaran yang terjadi atas penambangan liar di Hijrah juga bentuk dari pelanggaran hukum. Sebab kalau tidak segara ditangani, maka akan timbul korban, bukan hanya kerusakan lingkungan tetapi juga korban dari masyarakat penambang. (el) |





SUMBAWA BESAR, Tambangnews.com.- Penambangan liar di desa Hijrah kecamatan Lape masih berlanjut. Bahkan gelombang penambang liar yang datang ke wilayah penambangan semakin mengkhawatirkan. Dari informasi ada mobilisasi penambang dari Kalimantan dan Sulawesi. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa kendali pemerintah maka tidak menutup kemungkinan Sumbawa akan menjadi sekotong II dan ini akan menjadi bom waktu. 













agkzimzl http://paydayloanslts.com/ p...
juga penambangan batu galena secara i...
banyak sekali penambangan batu galena...
punvbrjs http://paydayloanslts.com/ p...
glhjbr http://paydayloanslts.ca/ payd...