Kamis, 24 Mei 2012
Home Berita Utama MASYARAKAT MUTLAK PAHAMI CARA PENGGUNAAN LPG
MASYARAKAT MUTLAK PAHAMI CARA PENGGUNAAN LPG PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 19 Juli 2010 21:28
Surabaya, Tambangnews.com.- Masyarakat mutlak harus memahami prosedur dan cara penggunaan tabung LPG 3 kg secara baik dan benar. Beberapa kejadian ledakan tabung gas LPG belakangan ini disebabkan kurang pahamnya masyarakat dalam prosedur penggunaan.

Demikian terungkap dalam Dialog Interaktif Ajang Wadul di TVRI Jawa Timur, Senin (19/7) malam. Menurut Kepala Balai Riset Stadarisasi Industri Surabaya Bambang Eko Witono. Selama ini, masyarakat kurang memahami tips yang baik dan benar dalam memanfaatkan gas LPG. Sebagai contoh,seringkali ledakan terjadi karena adanya gas LPG bocor yang terakumulasi, pemasangan regulator tidak tepat, penggunaan tabung yang tidak sesuai dengan prosedur, hingga lokasi penempatan tabung dan kompor yang tidak sesuai standar keamanan.

Selain itu, saat ini sering terjadi pemahaman yang salah tentang ledakan LPG di tengah masyarakat. Yakni, banyak terjadi kasus dan masyarakat mengatakan tabung meledak, padahal yang benar bukan meledak tabungnya tetapi ada kebocoran, baik itu di selang, regulator, atau klemnya. “Ini yang harus kita luruskan di masyarakat. Jadi bukannya tabung LPG yang meledak, tetapi kebocoran LPG,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diharapkan menggunakan kelengkapan LPG dengan barang yang berstandar SNI. Berdasarkan pemantauan selama ini, insiden ledakan selalu terjadi di luar tabung. Biasanya, dipicu oleh regulator yang jelek ataupun selang gas yang bocor.

Dalam acara dialog, yang merupakan kerjasama antara Dinas Kominfo Jatim dan TVRI Jatim ini, Sales Representatif Regional II Pertamina Probo Prasicahayu mengatakan Pertamina terus mendata agen-agen LPG di Jawa Timur yang akan memasok aksesoris selang dan regulator Standar Nasional Indonesia (SNI). Sejak adanya insiden ledakan LPG, Pertamina langsung turun ke lapangan untuk mencari penyebab terjadinya ledakan. Pun, sejak adanya konversi LPG tahun 2007, Pertamina memberikan kepada masyarakat berupa tabung, regulator, kompor dan klem.

Setelah itu, Pertamina hanya menyediakan tabung plus isinya saja. Di Jawa Timur, ada 400 agen resmi yang mendistribusikan LPG dengan berat 3,5 kilogram. Di setiap kota dan kabupaten nanti akan ada agen resmi yang ditunjuk menjual dan mendistribusikan selang beserta regulator SNI dari Pertamina. Karena itu, selain masyarakat menggunakan kelengkapan LPG sesuai standar SNI, diharapkan masyarakat juga memahami tips menggunakan LPG secara aman dan benar. Yakni, gunakan peralatan LPG (tabung, kompor, regulator dan selang) sesuai standard (SNI).

Kompor dan tabung LPG ditempatkan di tempat yang datar dan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik. Idealnya, ventilasi dapur berada di dinding bagian bawah dan mengarah ke tempat aman. Mengingat berat jenis LPG lebih berat dari udara, maka apabila terjadi kebocoran LPG akan berada di bagian bawah lantai dan pintu dapur harus terbuka.

Selain itu, selang harus terpasang erat dengan klem pada regulator maupun kompor. Tabung LPG diletakkan menjauh dari kompornya atau sumber api lainnya dan harus diupayakan tidak terpapar panas. Pastikan regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung dan pastikan selang tidak tertindih atau tertekuk. Periksa kemungkinan kebocoran gas dari tabung, kompor, selang maupun regulatornya dengan cara membasuh dengan air sabun pada bagian-bagian rawan kebocoran (sambungan regulator dengan valve tabung, sambungan selang ke regulator dan kompor). (bipnewsroom/put/dry)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR 23 Mei 2012, 23.40 Administrator Nasional
Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota 23 Mei 2012, 23.31 Administrator Utama
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan 23 Mei 2012, 23.29 Administrator Utama
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT

Berita Terbaru

Last Update:
23-05-2012 16:40
[cached @15:50]