| Pilihan untuk Menaikkan TDL adalah Keputusan yang Sulit |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Senin, 19 Juli 2010 21:37 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Pilihan untuk melakukan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) atau mengurangi subsidi listrik merupakan pilihan yang tidak mudah bagi pemerintah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini ketika memberikan pengantarnya pada rapat terbatas di kantor Presiden, Senin (19/7) pagi."Sama halnya dengan pengurangan subsidi BBM di waktu yang lalu, apabila tidak diambil maka dampak buruknya lebih besar," kata Presiden. Yang terpenting, lanjut SBY, adalah mengontrol dan memastikan tidak ada penyimpangan-penyimpangan dan memanfaatkan kenaikan TDL ini. "Tidak bisa dibenarkan, bahkan secara moral, manakala ada perusahaan yang mampang-mumpung," kata SBY. Presiden juga telah meminta Menko Perekonomian untuk memastikan apa yang dilakukan PLN, dunia usaha, dan industri juga tepat. "Tidak kesana-kemari, dengan demikian tidak mengorbankan rakyat," Presiden menambahkan. Selain itu, Kepala Negara juga berencana untuk meninjau langsung perusahaan industri dengan para menteri terkait. "Saya tidak akan segan-segan untuk memberikan peringatan kepada mereka yang sama sekali tidak punya hati dengan menaikkan ongkos produksi, baik barang dan jasa, dengan melebihi kepatutan," SBY menegaskan. (presidensby/yun) |





Jakarta, Tambangnews.com.- Pilihan untuk melakukan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) atau mengurangi subsidi listrik merupakan pilihan yang tidak mudah bagi pemerintah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini ketika memberikan pengantarnya pada rapat terbatas di kantor Presiden, Senin (19/7) pagi.













agkzimzl http://paydayloanslts.com/ p...
juga penambangan batu galena secara i...
banyak sekali penambangan batu galena...
punvbrjs http://paydayloanslts.com/ p...
glhjbr http://paydayloanslts.ca/ payd...