Jumat, 10 Februari 2012
Home Berita Utama Reruntuhan Labaong Kembali Mamakan Korban, Puluhan Orang Tewas
Reruntuhan Labaong Kembali Mamakan Korban, Puluhan Orang Tewas PDF Cetak E-mail
Oleh Indra Jaya   
Rabu, 11 Agustus 2010 20:28

Kejadian Sudah Tiga Kali, Aparat Belum Bertindak

Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Kembali Tambang Labaong ambruk dan menelan korban puluhan orang. Setelah sebelumnya pusat penambangan illegal Bukit Labaong yang pertama dan yang kedua ambruk memakan korban luka dan tewas tertimbun tanah bebatuan, kejadian yang sama bahkan lebih dahsyat hari Rabu (11/8) petang ini lobang tempat aktifitas penambangan ambruk dengan luas lebih kurang berdiameter 20X20 meter. Informasi yang berhasil dihimpun Tambangnews, sedikitnya 80 orang sampai saat ini tidak diketahui nasibnya.

Menurut penuturan beberapa orang  penambang, bukti adanya penambang yang tewas pada kejadian sebelumnya, pada saat mereka lakukan penggalian batu emas dibekas reruntuhan , secara tidak sengaja menemukan mayat yang sudah mulai membusuk.

Diakui sebagian besar warga yang bermukim disekitar area tambang, dua minggu terakhir bau busuk mulai menyengat sampai radius 500 meter. Kendati demikian upaya penertiban paksa illegal mining Labaong belum ada tanda-tanda dilakukan oleh pihak pemerintah.

Hamid salah seorang pelaku illegal mining pada sumbawanews tadi malam menjelaskan, sehari sebelumnya sudah ada tanda-tanda akan terjadi ambruk. Gejala ambruk dimaksud Hamid, bagian atas bukit sudah mulai tersasa bergerak karena dibawahnya sudah membentuk lorong-lorong. firasat ini jadi kenyataan sekitar pukul 17.00 Wita terjadilah ambruk menenggelamkan puluhan orang yang sedang menambang diatasnya.

Beberapa sumber menyebutkan, aktifitas penambangan di Olat Labaong ditekuni oleh banyak pendatang yang sistem kerjanya dibagi dengan cara berkelompok. Khusunya kelompok penambang yang datang dari pulau Lombok mengaku tengah dirundung kegelisahan karena anggota kelompoknya berjumlah 8 orang sampai saat ini tidak diktahui keberdaannya. Pencarian telah dilakukan sejak tragedi runtuhnya 3 hari lalu pasca musibah ambruk kedua Sabtu (7/8) pekan lalu. Adapun bukti lain banyakanya korban tewas pada kejadian tersebut, terdapat belasan sepeda motor yang sampai sekarang tidak diketahui keberdaan pemiliknya. Labaong yang dulunya melegenda dari asal kata Lala Baong (Putri berbau busuk) kini benar-benar menebar bau busuk mayat manusia. (jayus) 
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
bukhari sudarbe   |77.31.51.xxx |2010-08-13 04:12:28
wah sangat mengerikan jika di ingat yang terjadi labaong... tadi nya aku
berencana untuk menambang ke sana namun setelah cerita ini terdengar...waaaah
jadi ngeri....menakutkan
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
LAST_UPDATED2
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Penawaran Langsung Oleh Pertamina Dalam WK Migas Non Konvensional 10 Februari 2012, 11.23 Administrator Nasional
Penawaran Langsung Oleh Pertamina Dalam WK Migas Non Konvensional
Pengadaan Hulu Migas 2011 Capai Rp 106 Triliun 10 Februari 2012, 11.19 Administrator Nasional
Pengadaan Hulu Migas 2011 Capai Rp 106 Triliun
Delegasi US-Asean Council Tawarkan Kerjasama Energi 10 Februari 2012, 11.02 Administrator Utama
Delegasi US-Asean Council Tawarkan Kerjasama Energi
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI 09 Februari 2012, 23.45 Administrator Utama
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan 08 Februari 2012, 22.37 Administrator Utama
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan

Berita Terbaru

Last Update:
10-02-2012 04:23
[cached @23:20]