Jumat, 10 Februari 2012
Home Berita Utama Omzet Labaong Mencapai Rp.20 M perhari, Disinyalir Onum Aparat Keamanan Bekengi Labaong
Omzet Labaong Mencapai Rp.20 M perhari, Disinyalir Onum Aparat Keamanan Bekengi Labaong PDF Cetak E-mail
Oleh Indra Jaya   
Senin, 30 Agustus 2010 19:35
alt

Sekelompok Orang yang Menamakan dirinya panitia menarik retribusi kendaraan yang masuk

Sumbawa Besar, Tambangnews.com.- Kendati Olat Labaong  berkali-kali memperlihatkan kemurkaannya, ambruk dan menelan ratusan nyawa manusia, tetapi peristiwa mengerikan itu tidak membuat jera pelaku illegal mining diiwilayah terkait.

Garis teretorial lintang Utara-Selatan meanjang keberadaan bukit Labaong , memisahkan dua kecamatan yakni kecamatan Lape dan kecamatan Lopok. Bagi penambang yang memiliki lobang tambang dikaki bukit Labaong sebelah Barat, maka jalan pintas yang harus ditempuh melalui jalan masuk di wilayah Langam kecamatan Lpok. Sedangkan penambang dikaki bukit sebelah barat jalan masuknya malalui desa Hijrah kecamatan Lape. Kedua jalan masuk ini dijaga ketat dan bagi siapa saja yang masuk kewilayah Labaong harus membayar karcis Rp5000 per-orang.

Bagi mereka yang membawa kendaraan dikenakan biaya parkir Rp 25000. Penelusuran sumbawanews.com Senin (30/8) dilingkar illegal mining Bukit Labaong, Sejak pintu masuk jalan lintas menuju desa Hijrah ramai dipadati pengendara sepeda motor baik yang menuju ke lokasi Bukit Labaong maupun yang pulang dari areal tambang liar tersebut.

Dikiri kanan jalan sepanjang aliran irigasi pertanian dan sepanjang tepi sungai terlihat alat pemisah batuan emas menggunakan Mercury yang lasim disebut (alat gelondong). Tontonan ini memiliki keunikan tersendiri, begitu banyak jumlah gelondong yang letakanya saling berdekatan, tetapi bagi pengusaha gelondong tidak merasakan terjadinya persaingan tidak sehat.

Pada saat memasuki pitu perkampungan Hijrah Satu (setelah Hijrah dua) hidung kita mulai tercium bau tidak sedap (maaf) bau tinja kering menyebar sampai kedalam perkampungan. Dibawah-bawah kolong rumah penduduk dan dipinggiran jalan nampak parkir ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda  empat.

Informasi yang dikumpulkan Tambangnews.com, setidaknya terdapat 20 pengusaha besar yang menjadi pembeli utama hasil tambang laboang tersebut. Rata-rata satu pembeli emas ini mengeluarkan dana sebesar Rp.1 Milyar sehingga dalam sehari perputaran uang disekitar Olat Labaong mencapai Rp20 Milyar.

Penambangan olat Labaong ini dikuasai penguasa tambang lokal yang menamakan dirinya panitia. Lima orang panitia yang berasal dari masyarakat lokal inilah yang menguasai kebijakan illegal Mining Olat Labaong.

Kepala Kecamatan (Camat) Lape  Armawan Jaya yang ditemui diruang kerjanya menjelaskan, kondisi lingkungan diseputar Olat Labaong sangat memprihatinkan, bahkan ancaman longsor yang bakal timbul sangat mengkhawatirkan.

Khususnya pemukiman masyarakat desa Hijrah Dua dan Hijrah Satu sangat rawan  tertimpa bencana, apabila suatu ketika nanti dimusim penghujan terjadi longsor.

Kekhawatiran ini disampaikan Armawan Jaya, mengingat posisi perkampungan tepat dikaki bukit yang berjarak sangat dekat dengan areal penambangan. Dengan begitu yakin dia memastikan akan terjadi bencana longsor cukup besar akan menimpa pemukiman warga jika aktifitas ilegal mining Labaong tidak segera ditertibkan.

Menyinggung tentang dampak lingkungan yang ditimbulkan rasidu mercury akibat beroperasinya gelondong dalam jumlah besar, menurut Armawan Jaya, dampak negatif pasti ada baik terhadap manusia maupun ternak dan tanaman. "nasi yang saya makan bersama keluarga, berasnya tidak lagi berasal dari daerah sini begitu juga dengan air minumnya saya minta dikirimi dari Sumbawa. Itupun harus jelas hasil panennya dari daerah mana," ungkap Armawan Jaya prihatin.

Ditanya tentang sikap pemerintah kecamatan terhadap aktifitas illegal mining tersebut, menurut dia sudah berbagai upaya yang telah dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang resiko, baik konsekwensi hukum maupun terhadap dampak lingkungan. Akan tetapi masyarakat tidak mengindahkannya. Artinya pemerintah kecamatan bersama Muspika setempat sudah kehabisan akal untuk menghentikan aktifitas illegal mining Labaong. Kendati demikian menurut Camat Lape, setiap permasalahan kecil seperti perkelahian dan kasus pencurian sepeda motor cukup banyak yang telah diselesaikan "kalau untuk menertibakan atau menghentikan aktifitas illegal mining bukan lagi menjadi ranah kami,' ujarnya.

Berkaitan dengan bau tidak sedap tinja kering, diakui Camat benar adanya, karena jumlah pelaku penambangan yang mencapai ribuan orang buang hajadnya disembarang tempat.

Bersamaan dengan itu Armawan Jaya juga mengakui penertiban illegal mining Labaong sangat sulit, karena  dibelakang pelaku kegiatan ini diduga kuat  melibatkan aparat pemerintah dari berbagai kapasitas, termasuk indikasi keterlibatan sindikat mafia pengusaha besar dari luar Sumbawa "tidak jarang pelaku dan pengusaha illegal mining melibat aparat keamanan  dari luar Sumbawa," ungkap Armawan Jaya tanpa merinci aparat keamanan dimaksud.

Tidak hanya itu, aktifitas illegal mining juga melibatkan oknum wartawan, LSM,oknum aparat keamanan, aparat pemerintah bahkan oknum anggota Dewan sehingga sangat sistimatis tambahnya.

Armawan berharap, melalui pejabat karteker Bupati Sumbawa sekarang ini akan lahir kiat baru terhadap penyelesaian kasus illegal mining di Olat Labaong.  (jayus)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
iqbal anggeryawan   |118.97.8.xxx |2010-09-20 07:36:24
saran saya agar korban labaong tidak semakin banyak pemerintah harus lebih ektra
campur tangan dalam menangani labaong....
dana yang di pungut oleh pihak yang
mengaku dirinya panitia tolong di selidiki di kemanakan uang trb......
apakah
benar untuk kepentingan desa atou pribadi karna dana trb sangat besar ....
dan
jika dana tersebut untuk pembangunan samawa menjadi samawa balong, maka samawa
pasti lebih baek dari sekarang......
jalan kota sumbawa adalah jalan terburuk
dibandingkan kabupaten 2x yang ada pulou sumbawa...
By to the samawa ade
perihati ke kondisi samawa
tattoo gun  - ulasan   |125.162.153.xxx |2010-09-24 23:06:30
memang banyak orang mengira, bahwa masarakat umum itu gak ngerti mana yang baik
dan yang buruk.apalagi sangkaan itu dari orang kaya atau merasa dirinya
terpelajar. padahal pada dasarnya setiap manusia gak pandang miskin atau kaya,
pasti memilih yang terbaik, sesuai keadaannya masing masing. Masarakat sudah
memilih untuk menambang, dan itulah keadaan yang terbaik
tattoo gun  - ulasan   |125.162.153.xxx |2010-09-24 23:18:51
Apa memang pajak pendapatan dari perusahaan besar yang ada di maluk itu gak
cukup untuk perbaikan jalan ? menurut hitungan jari saya , hasil pendapatan
pajak dari hasil tambang itu cukup bisa untuk menmbuat jalan selurh kota samawa
ini dengan kwalitas kelas satu.
x men   |182.4.29.xxx |2010-09-25 16:12:48
lihat tu polres...berapa MIliyar dia dapat uang dari memeras masyarakat dari
hasil tambang yang berupa batu dan ampas batu yg mereka tangkap...

ini lah
penjahat sebenarnya disana...
mreka yg seharusnya mengayomi masyarakat, malah
menangkap masyarakat. warga yg mau mencari rejeki dari tambang...

semoga alloh
membalas semua ini
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Penawaran Langsung Oleh Pertamina Dalam WK Migas Non Konvensional 10 Februari 2012, 11.23 Administrator Nasional
Penawaran Langsung Oleh Pertamina Dalam WK Migas Non Konvensional
Pengadaan Hulu Migas 2011 Capai Rp 106 Triliun 10 Februari 2012, 11.19 Administrator Nasional
Pengadaan Hulu Migas 2011 Capai Rp 106 Triliun
Delegasi US-Asean Council Tawarkan Kerjasama Energi 10 Februari 2012, 11.02 Administrator Utama
Delegasi US-Asean Council Tawarkan Kerjasama Energi
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI 09 Februari 2012, 23.45 Administrator Utama
Wamen ESDM Mencak-Mencak di DPD RI
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan 08 Februari 2012, 22.37 Administrator Utama
Stefi: Pengelolaan CSR Berlandaskan Kesepakatan

Berita Terbaru

Last Update:
10-02-2012 04:23
[cached @23:20]