Kamis, 24 Mei 2012
Home Berita Utama DPR Minta Pembatasan BBM Bersubsidi Perlu Dibahas Lebih Lanjut
DPR Minta Pembatasan BBM Bersubsidi Perlu Dibahas Lebih Lanjut PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 28 September 2010 13:55
Jakarta, Tambangnews.com.- DPR meminta kepada pemerintah untuk pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi perlu pembahas lebih lanjut antara pemerintah dengan Komisi VII  DPR.

     “Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi polemik di tengah masyarakat, saat ini saja DPR menolak kalau tidak ada kejelasan bagaimana tata cara pelaksanaannya di lapangan,” kata anggota Komisi VII DPR Isma Yatun dalam acara dialog interaktif di Jakarta, Selasa (28/9).

Memang ada ide penggunaan stiker, cara ini tidak mudah penerapannya, karena nanti bisa saja pemerintah sibuk mengurusi stiker, karena tersebar stiker palsu, sehingga pihak pengolah SPBU bingung memilah mana stiker asli dan mana yang palsu, katanya.

Dia mengakui kuota BBM bersubsidi dari 2010 turun menjadi 36,5 juta KL dibanding kuota  2009 yaitu dari 37 juta KL, padahal kebutuhan masyarakat terus meningkat, seiring pertambahan penduduk dan kendaraan.

Penurunan kuota BBM bersubsidi bisa dilakukan dengan meningkatkan pengawasan dan efisiensi penggunaan BBM bersubsidi, tapi nyatanya tidak berhasil, sehingga saat ini ada wacana pembatasan BBM bersubsidi.

DPR yakin penerapan pembatasan BBM bersubsidi sangat sulit, sehingga diperlukan pembahasan lebih lanjut antara pemerintah dengan DPR.

Yang perlu diingat, tegas Isma Yatun, subsidi BBM untuk rakyat harus tetap ada guna menggerakkan roda ekonomi masyarakat bawah, seperti nelayan, petani dan industri kecil.

Untuk itu diperlukan grand desain yang jelas, tidak hanya terhadap BBM bersubsidi seperti premium dan solar, tapi juga minyak tanah, meski sudah ada program konversi minyak tanah ke gas.

Sementara itu, Ketua BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan sebelum wacana tersebut dibahas di DPR, perlu dilakukan survei penggunaan BBM baik roda dua maupun  kendaraan umum, sehingga pembatasan tidak diberlakukan pada kendaraan tersebut.

Sembari melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak kaget bila sewaktu-waktu diberlakukan pembatasan BBM bersubsidi, ucapnya.

Sedangkan untuk grand desain pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi, kata Tubagus, hal tersebut sudah ada yaitu bagaimana kuota 2010 sebesar 36,5 juta KL yang diberikan oleh pemerintah penggunaannya tidak melebihi.

“Kalau saat ini berlaku kebijakan penataan penggunaan BBM bersubsidi, dimana  tidak boleh melayani Kapal Pesiar atau alat berat penunjang industri selama kuota sudah habis, kalau masih ada tentu boleh, karena aturan membolehkannya,” katanya. (KOminfo/Mf)
SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR 23 Mei 2012, 23.40 Administrator Nasional
Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota 23 Mei 2012, 23.31 Administrator Utama
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan 23 Mei 2012, 23.29 Administrator Utama
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT

Berita Terbaru

Last Update:
23-05-2012 16:40
[cached @16:50]