| Jumlah Deviden Newmont Masih Simpang Siur |
|
|
|
| Oleh Ardianto |
| Rabu, 06 Oktober 2010 08:28 |
![]() Taliwang, Tambangnews.com.- Selisih jumlah deviden yang diinformasikan PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) dan PT. Multy Daerah Bersaing (MDB) berbeda jauh. Warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) selaku pemilik lahan sejauh ini masih diliputi tanda tanya, siapa yang berbohong atas jumlah deviden, apakah pemberi atau pihak penerima? Mencuatnya perbedaan akan jumlah deviden itu setelah kedua belah pihak memberikan pernyataan dihadapan komisi II di gedung DPRD Sumbawa Barat beberapa waktu lalu. Pihak PT.NNT (21/9), melalui senior manager eksternalnya Arif Perdana Kusuma mengaku telah menyerahkan deviden atas kepemilikan saham 24% kepada PT.MDB sebesar $ 101,1 Juta ( sekitar satu triliun ), Sementara itu pihak MDB (30/9) mementahkannya dengan mengaku hanya menerima sekitar $80 juta. Terkait hal itu, ketua Komisi II DPRD KSB Syahril Dea Nega berpendapat adanya selisih jumlah deviden yang kemungkinan dicurigai akan menjadi temuan hukum apabila nantinya terdapat perbedaan serta penjelasan yang tidak sesuai dengan data tertulis yang dijadikan acuan oleh kedua belah pihak. “Kami (komisi II,red) akan mengupayakan mendapat data tertulis dari pihak terkait dan selanjutnya akan dijadikan sebagai acuan dalam upaya mengungkap kesimpang siuran jumlah deviden ini” katanya. Ditambahkan Dea sapaan akrabnya, apabila kedua belah pihak menolak memberikan data tertulis terkait deviden dimaksud, maka akan menjadi bahan acuan komisi II untuk membahasnya di sidang paripurna yang selanjutnya akan di bentuk Panitia Khusus (pansus) untuk mendalami persoalan lebih jauh. Dea juga menyebut, Selisih deviden sebesar $ 21,1 juta tentu bukan jumlah kecil, kalau di rupiahkan sekitar 201 Milyar. Uang sebanyak itu, meskipun melalui tahap pembagian dengan beberapa pihak, tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat sumbawa barat sehingga sudah menjadi kewajiban pemerintah dan pihak terkait untuk menyebarluaskan jumlah keuntungan itu, terutama masyarakat sumbawa barat. “Masyarakat Sumbawa Barat sebagai pemilik lahan berhak mengetahui jumlah keuntungan yang sebenarnya dari saham yang dimilikinya melalui PT.DMB.” pungkasnya. Menutup wawancaranya dengan sumbawanews, syahril dea naga menyatakan pihak DPRD melalui komisi II dalam waktu dekat juga akan bertemu dengan managemen PT. Multy Capital terkait penjelasan dasar pembagian deviden dan kepemilikan saham serta agenda lainnya. “Senin tanggal 11 Oktober 2010 kami sudah agendakan pertemuan dengan mereka.” jelasnya. (ardianto)
|




















It's not simple to be a university st...
agkzimzl http://paydayloanslts.com/ p...
juga penambangan batu galena secara i...
banyak sekali penambangan batu galena...
punvbrjs http://paydayloanslts.com/ p...