Kamis, 24 Mei 2012
Home Berita Utama Kelola East Natuna, Pertamina Gandeng Total dan Petronas
Kelola East Natuna, Pertamina Gandeng Total dan Petronas PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 17 Desember 2010 23:25
Jakarta,  Tambangnews.com.- Setelah sebelumnya menggandeng ExxonMobil, PT Pertamina (Persero) kembali menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PT Total E&P Activities Petrolieres dan Petronas untuk mengelola Blok East Natuna, Jumat (17/12). 

Penandatanganan HoA dilakukan bersamaan dengan penandatanganan KKS WK migas hasil lelang reguler 2010 di Kementerian ESDM.

Terhadap kerja sama Pertamina dengan 3 mitranya yaitu ExxonMobil, PT Total E&P dan Petronas tersebut, pemerintah menyambut baik hal ini dan mengharapkan pengembangan gas di East Natuna dapat segera terwujud.

”Penandatanganan ini menandai langkah-langkah sistematik tuntasnya satu kerja bersama yang menggantung selama 4 tahun terakhir di Natuna,” kata Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo menambahkan, setelah penandatanganan HoA ini, Pertamina dan 3 mitranya akan melakukan pembahasan commercial term. Setelah hal tersebut tuntas, maka mereka akan mengajukan ke pemerintah mengenai final term and condition.

”Masih ada 2 tahap lagi. Ini baru (penandatanganan) partnerSetelah itu (pembahasan) commercial term, baru term and condition,” kata Evita.

Pemerintah mengharapkan dalam waktu 6 bulan, Pertamina dan mitranya dapat menyelesaikan dua tahap lanjutan tersebut.

Pemerintah secara resmi menunjuk Pertamina dalam pengembangan Blok Natuna D Alpha (kini East Natuna) yang tertuang dalam Surat Menteri ESDM No 3588/11/MEM/2008 tertanggal 2 Juni 2008 tentang Status Gas Natuna d Alpha. Terkait pengembangan itu, pemerintah membebaskan Pertamina memilih lebih dari satu KKKS untuk menjadi mitra kerjanya.

Blok East Natuna terletak sekitar 250 km dari Kepulauan Natuna. Cadangannya pun sangat besar, diperkirakan  46 triliun kaki kubik. Namun untuk mengembangkan Blok Natuna tidak mudah karena 70% cadangan gasnya berisi CO2. Jadi, diperlukan teknologi canggih untuk penghilangan, pembuangan, dan penyimpanan karbon dioksida karena CO2 tidak bisa dibuang sembarangan. Investasi yang dibutuhkan juga tidak sedikit, diperkirakan sekitar US$ 52 miliar.(ditjenmigas)

SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR 23 Mei 2012, 23.40 Administrator Nasional
Menteri ESDM Dorong Investor Tingkatkan CSR
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota 23 Mei 2012, 23.31 Administrator Utama
Atasi Antrian BBM Menteri ESDM Akan Tambah Kuota
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan 23 Mei 2012, 23.29 Administrator Utama
DPR Pertanyakan Penyebab Kelangkaan BBM Di Kalimantan
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter 22 Mei 2012, 20.16 Administrator Daerah
David Lilley: PTNNT Bukan Perusahaan Smelter
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT 22 Mei 2012, 20.11 Administrator Daerah
DPRD Kabupaten Sumbawa Siap Pasang Badan Tolak PTNNT

Berita Terbaru

Last Update:
23-05-2012 16:40
[cached @21:51]