| Kemensos-BP Migas Bekerjasama Atasi Kemiskinan |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Selasa, 04 Januari 2011 22:56 |
Jakarta, Tambangnews.com.- Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri mengatakan, dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, pada 2011 ini Kementerian Sosial telah melakukan penandatanganan MoU dengan perusahaan-perusahaan diantaranya dengan Badan Pengelolaan Minyak dan Gas (BP Migas).“Jadi prioritas dalam MoU tersebut ada dua hal yaitu pemberdayaan masyarakat miskin melalui kegiatan usaha bersama (KUBE) dan penanganan anak jalanan,” kata Mensos seusai menghadiri pertemuan tingkat Menteri/Kepala LPNK Lingkup Kesejahteraan Rakyat di Kantor Kemenkokesra, Jakarta, Selasa (4/1). Mensos mengungkapkan, keberadaan perusahaan yang peduli melaksanakan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) melalui kegiatan sosial adalah potensi yang besar dan merupakan salah satu bentuk implementasi nilai kesetiakawanan sosial. Bisa dibayangkan kalau perusahaan-perusahaan BP Migas itu ada 40 perusahaan, maka bisa memberdayakan masyarakat yang berada di sekeliling perusahaan tersebut agar tidak miskin lagi. “Kami memberikan penghargaan kepada BP Migas yang telah menunjukkan perhatian dan kepedulian dalam mengatasi masalah bangsa saat ini,” katanya. Sementara itu, terkait dengan masalah panti, Mensos mengatakan, saat ini Kemensos memiliki sekitar 40 panti di seluruh Indonesia. Panti-panti tersebut terus dilakukan evaluasi, dan terus ditingkatkan. Belum ada rencana untuk menambah panti karena harus sesuai dengan kebutuhan, disamping saat ini panti-panti milik masyarakat juga sudah cukup banyak. “Untuk mengintervensi panti-panti milik masyarakat tersebut tidak mudah, tapi yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan pekerja sosial yang terlatih untuk menangani panti-panti tersebut. Jadi tidak sembarangan orang menangani panti, tapi untuk menangani panti-panti tersebut harus pekerja sosial yang profesional,” paparnya. Menurutnya, Kemensos sudah banyak membantu panti-panti yang dikelola masyarakat hampir mendekati 150.000-an. Kemudian yang perlu ditingkatkan adalah bantuan yang tadinya Rp3.000 setiap peserta, dapat ditingkatkan menjadi Rp3.500 - Rp4.000, itupun jika kemampuan anggaran dapat mencukupi. Kemensos untuk 2011 mendapatkan anggaran Rp4,1 triliun, tahun sebelumnya (2010) Rp3,6 triliun. Jadi ada peningkatan sekitar Rp500 miliar, tapi dari kenaikan tersebut Rp300 miliar dipergunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH). Terkait dengan perlindungan terhadap pekerja migran di luar negeri, Kemensos akan mengirimkan pekerja sosial sekitar 3 orang untuk melakukan asesmen, dan melihat dari dekat kondisi di lapangan. Kemudian setelah kembali nanti pihaknya akan mengadakan pembicaraan dengan Kementerian terkait seperti Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mengantisipasi, agar pekerja migran tersebut tidak mengalami trauma, maka sebelum berangkat harus dilihat kondisi kejiwaan mereka. (kominfo/T. Gs/rm) |





Jakarta, Tambangnews.com.- Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri mengatakan, dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, pada 2011 ini Kementerian Sosial telah melakukan penandatanganan MoU dengan perusahaan-perusahaan diantaranya dengan Badan Pengelolaan Minyak dan Gas (BP Migas).













zhong 123456 Authentic Louis Vuitton ...
zhong 123456 Authentic Louis Vuitton ...
zhong 123456 Authentic link:http://w...
Fake Oakleys sunglasses, sunlight st...
0.0 TAT.Very significant article for ...