Selasa, 29 Juli 2014
Home
Tambangnews.com | Berita Tambang
Searching for Best Practice Maintenance Strategies on a Small-Scale Coal Enterprise PDF Cetak E-mail
Oleh Bryan Camoens   
Kamis, 05 April 2012 21:31

Singapore, Tambangnews.com Mochamad Rafiq, Plant Manager for PT. Mandala Karya Prima, speaks to Bryan Camoens on how to go about finding a suitable strategy for best practice maintenance strategies on a small-scale coal enterprise. He also shares his experience of how he goes about depicting small-scale mine asset management strategies for daily maintenance.
coal
Bryan Camoens: How do you go about finding a suitable strategy for best practice maintenance strategies on a small-scale coal enterprise?

Mochamad Rafiq: Initially I was researching into the current strategy maintenance used here to see if any requirement to do some changes to get the better practice of maintenance strategies. Once everything was identified clearly, I then established a plan for improvement by putting in a timeline, a  person in charge, and expected results. The most important things is changing the culture of people to focus on safety and productivity.   

Bryan Camoens: What are some of the challenges focusing on the maintenance planning and organisation utilised on Sesayap Island of Borneo (1.5hrs far away from Tarakan Island by speed boat)?

Mochamad Rafiq: One challenge faced, was that the organisation was not representing a minimum requirement to run the right maintenance organisation. Spending sometimes to restructurize the organisation and appoint the right man and the right seat. I had to encourage a couple of experienced people from outside to employee them into company and share the knowledge to my people to accelerate the improvement.

Bryan Camoens:
In your experience how do you go about depicting small-scale mine asset management strategies for daily maintenance?

Mochamad Rafiq: Even though the scale of mine asset is not that big (2.8M ton of coal per annum), I did implement a process very similiar to what other corporate do out there. We have some basic processes for daily maintenance e.g. daily refuelling/servicing at fuel farm, daily inspection, creating work order, record operator defect, fixing  the backlog, execute some service scheduling and daily plant meetings to discuss the progress againts the KPI’s, etc. 

Bryan Camoens: Could you please outline the importance of data collection for future maintenance projection?

Mochamad Rafiq: The data collection that is being gatherred for future use are for daily equipment downtime, daily fuel,oil,coolant and grease consumption, daily operator defect record from pre start check sheet, component replacement history, work order job sheet, component installation check sheet.

Mine Asset & Maintenance Asia
Mochamad Rafiq, will be giving a case study on how to find a best practice maintenance strategy on a small-scale coal enterprise at Mine Asset & Maintenance Asia.

Email Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya to register for the congress or visit www.minemaintenanceasia.com for the complete list of speakers and topics that will be discussed at the Mine Asset & Maintenance Asia.

 

 

Add a comment
LAST_UPDATED2
 
Rp. 226,91 Triliun Dana Pengadaan Listrik Tahun 2013 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 05 Oktober 2012 19:55

JAKARTA, Tambangnews.com. – Kebutuhan akan pasokan listrik terus tumbuh seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelanggan baru dan perubahan gaya hidup yang sepenuhnya tidak dapat dilepaskan dari pasokan listrik. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik untuk menopang pertumbuhan penjualan listrik sebesar 9% diperlukan dana sebesar Rp. 226,91 triliun.

“Dengan pertumbuhan penjualan listrik sebesar 9%, susut jaringan 8,5%, dan margin 7%, maka dibutuhkan dana pengadaan listrik sebesar Rp. 226,91 triliun,” ujar Menteri saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu.

Menteri menambahkan, dengan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar 15% pada tahun 2013 mendatang, dibutuhkan subsidi tahun berjalan sebesar Rp. 78,63 triliun. Apabila tidak dinaikkan diperlukan Rp. 93,52 triliun, artinya mendapat penghematan anggaran sebesar Rp. 14,89 triliun.

Saat ini lanjut Menteri, penerima subsidi terbesar adalah dua golongan; yaitu R1/450 VA dan R1/900 VA (total: 39.180.800 pelanggan) yang mencapai 53,1% (Rp. 41,76 triliun) dari kebutuhan subsidi listrik tahun 2013. (ESDM/Agustz/SF/tn02)

Add a comment
 
Perpres Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Pengalihan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (English - Indonesia) PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 22 November 2012 06:22

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR 95 TAHUN 2012
TENTANG
PENGALIHAN PELAKSANAAN TUGAS DAN
FUNGSI KEGIATAN USAHA HULU MINYAK
DAN GAS BUMI




Menimbang:
bahwa untuk menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 36/PUU-X/2012 tanggal 13 November 2012, dan guna menjamin kelangsungan kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, perlu diatur pengalihan tugas dan fungsi pengendalian dan pengawasan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi;


Download Perpres Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Pengalihan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi

 

Add a comment
LAST_UPDATED2
 
UU Nomor 22 Tahun 2011 Tentang MInyak dan Gas Bumi (English - Indonesia) Perubahan Pasca MK PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 22 November 2012 06:13

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 22 TAHUN 2001
TENTANG
MINYAK DAN GAS BUMI

( Perubahan setelah putusan MK)



Menimbang

a. bahwa pembangunan nasional harus diarahkan kepada terwujudnya kesejahteraan rakyat dengan melakukan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;



Donwload UU Nomor 22 Tahun 2011 Tentang MInyak dan Gas Bumi (English - Indonesia)

 

 

Add a comment
LAST_UPDATED2
 
Aroma Busuk Rencana Perpanjangan Kontrak Masela PDF Cetak E-mail
Oleh Musyafaur Rahman   
Senin, 23 September 2013 10:37

Pertemuan pada Rabu (18/9) di Istana Negara Jakarta, antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono denngan Presiden dan 'Chief Executive Officer' Inpex Corporation Toshiaki Kitamura ternyata membawa kabar yang cukup mengejutkan bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Pasalnya dalam pertemuan tersebut Inpex menyinggung permintaan perpanjangan konsesi Blok Masela hingga 2048, padahal kontrak Inpex di Masela sendiri baru akan berakhir pada 2028.

Inpex sendiri berkeras bahwa alasan mereka mengajukan perpanjangan kontrak jauh-jauh hari (bahkan jauh sebelum produksi kilang LNG terapung tersebut yang diperkirakan baru dimulai pada 2018) adalah karena khawatir investasiyang mereka kucurkan tidak akan kembali dalam kurun waktu 10 tahun sejak produksi hingga akhir kontrak di 2028.

Pertanyaannya apakah aturan di negeri ini memungkinkan perpanjangan kontrak bahkan sebelum produksi dimulai? dan kedua seberapa urgens perpanjangan kontrak itu harus diputuskan sehingga memaksa Presdir Inpex turun meminta keputusan kepada Presiden SBY mengingat Pemilu 2014 sudah di depan mata?

Sesuai Pasal 28 ayat 5 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, perpanjangan kontrak hanya boleh diajukan paling cepat 10 tahun. Sementara, kontrak kerja sama Blok Masela antara pemerintah dan Inpex yang ditandatangani 1998, baru berakhir 2028 atau masih 15 tahun lagi.

Namun, Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan, pemerintah akan mencari celah hukum untuk memperpanjang kontrak Inpex, tanpa merubah PP-nya. Alasannya, produksi Masela diperkirakan baru dimulai 2018 atau hanya 10 tahun sebelum kontrak berakhir 2028, sehingga belum cukup mengembalikan investasi yang mencapai 14 miliar dolar AS.

Alasan Sesat dan Menyesatkan

Sekilas paparan yang diungkapkan KESDM seolah masuk akal. Sebuah proyek pasti akan dihitung nilai keekonomiannya dan jangka waktu pengembalian investasi yang telah digelontorkan. Dengan komposisi kepemilikan Saham : Inpex Masela (60 %), Shell (30 %) dan Indonesia diwakili oleh PT EMP Energi Indonesia (10 %) maka Inpex terlihat akan menanggung beban investasi yang cukup besar di proyek Masela.

Namun publik mungkin tidak tahu bahwa selama ini bahwa pertama, pemerintah telah memberikan insentif berupa kenaikan batasan cost recovery dari sebelumnya 40 persen, kemudian 100 persen, dan bahkan ada yang mendapatkan 120 persen (27/08/2009) atas setiap biaya yang dikeluarkan oleh para pemegang Kontrak Kerjasama (dalam hal ini asing) yang menggarap proyek-proyek SDA di negeri ini.

Kedua, siapa yang menjamin bahwa investasi proyek MAsela yang disebutkan sebesar US$14 Miliar bukan digelembungkan dari yang seharusnya. Jika hal ini terjadi maka kontraktor sudah menikmati benefit sebelum jatuh tempo sesuai hitungan keekonomian suatu proyek. Bahkan lebih besar lagi jika perpanjangan tersebut disetujui. Artinya ada keuntungan berlipat ganda yang akan didapatkan oleh pihak-pihak yang terlibat jika perpanjangan kontrak Inpex di Blok Masela terwujud.

Silakan hitung berapa persen dan berapa banyak sub-kontraktor migas maupun pihak lain yang terlibat yang bisa menikmati sebagian dari cost recovery yang dibayar kembali Pemerintah Indonesia yang bernilai lebih dari Milyaran USD (Badan Anggaran  DPR menyetujui alokasi cost recovery untuk 2013 sebesar US$15,5 Miliar).

Dengan fakta seperti ini, adalah sangat mengherankan akal sehat kita, bahwa kontraktor yang menguras sumber daya alam migas Indonesia dan berpotensi merugikan negara justru mendapat proteksi lebih atas nama pengamanan investasi asing. Sementara ketika perpanjangan disetujui maka pada 2048 Masela hanyalah besi tua terapung ketika dikembalikan ke tangan Republik karena seluruh cadangan gasnya telah habis dikuras. Inilah produk UU 22/ 2001 tentang Minyak dan Gasbumi serta Perpres 95/2012 yang memberikan keuntungan kontraktor asing.

Aroma busuk

Berdasarkan pemberitaan media, ide perpanjangan Inpex justru pertama kali dilontarkan oleh Mantan Ketua SKK Migas yang saat ini tengah berurusan dengan KPK, Rudi Rubiandini pada Mei 2013 lalu (sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/05/13/090480058/SKK-Migas-Minta-Kontrak-Blok-Masela-Diperpanjang).

Ide tersebut kemudian terkubur seiring dengan kasus yang tengah melibatkan Rudi, namun kembali mencuat lewat kedatangan Presdir Inpex ke Istana untuk menemui Presiden SBY.

Jika merujuk pada kalkulasi keuntungan yang mungkin didapatkan berdasarkan hitungan diatas, maka patut diduga perpanjangan kontrak ini dan pertemuan di Istana menjadi awal dari pembicaraan bisnis sekaligus komitmen politik yang tentu saja ujung-ujungnya tidak untuk kepentingan negara namun untuk kepentingan individu-individu, sekali lagi mengingat Pemilu 2014 sudah di depan mata.

Atau bisa jadi Inpex sebagai pebisnis ingin mendapatkan jaminan bahwa proyeksi keuntungan mereka tidak akan terganggu meski iklim politik Indonesia nantinya berubah. Sehingga komitmen sejak dini dan kepastian profit harus dibuat lewat perpanjangan kontrak di akhir masa jabatan Presiden SBY, yang nyata-nyata berbagai kebijakannya sangat melindungi investasi asing di negeri ini tanpa reserve.

Apapun, semua skenario tersebut selayaknya mendapatkan porsi yang lebih bagi institusi penegak hukum di Republik ini yang sekali lagi harus menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi, gratifikasi dan perampokan uang negara, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bukan tidak mungkin penangkapan Rudi Rubiandini bisa membuka jalan atas berbagai dugaan gratifikasi yang lainnnya yang berpotensi merampok habis-habisan kekayaan alam negeri ini lewat berbagai kebijakan dan perjanjian yang sekilas terlihat masuk akal namun menyesatkan jika di kaji lebih mendalam.

Bagi kami di Indonesia Economic Development Studies (IEDS), demi mewujudkan kemandirian ekonomi di negeri ini, sudah pada tempatnya jika praktik-praktik yang merugikan negara, perjanjian dan kontrak-kontrak kerjasama yang berpotensi mengalirkan keuntungan maksimal bukan untuk rakyat Indonesia dan tidak mensejahterakan rakyat harus di kaji ulang, bahkan jika perlu dibatalkan.


Musyafaur Rahman
Peneliti Indonesia Economic Development Studies (IEDS)

Add a comment
 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL