Rabu, 17 September 2014
Home Serba Serbi Opini Menelisik Keselamatan Dan Kesehatan Kerja di Perusahaan Tambang Indonesia

Daerah

 
Menelisik Keselamatan Dan Kesehatan Kerja di Perusahaan Tambang Indonesia PDF Cetak E-mail
Oleh En Jacob Ereste   
Senin, 18 Maret 2013 08:06

Thiess Indonesia telah menerima kontrak penyewaan alat dan pekerjaan sipil dari PT. Newmont Nusa Tenggara di Batu Hijau, pulau Sumbawa. Pekerjaan ini pada prinsipnya sama dengan kontrak kerja yang diterima oleh PT Thiess tahun lalu, tetapi dalam skala yang lebih luas. Kontrak ini meliputi pemindahan topsoil sebelum dimulainya pekerjaan konstruksi OB DUMPS (topsoil yang nantinya akan digunakan untuk proses rehabilitasi). Proyek ini akan dimulai pada tanggal 1 Mei 2003 dan akan memakan waktu pengerjaan selama kira-kira 5 bulan.

Proyek ini membuktikan kemampuan Thiess sebagai sebuah perusahan kontraktor yang memiliki kemampuan untuk memobilisasi berbagai alat berat dan staffnya dengan cepat ke berbagai wilayah pedalaman di Indonesia.  Kecuali, PT. Thiess Contractors Indonesia telah memenangkan proyek Pebble Crusher No. 4 dan Screening di Batu Hijau - Sumbawa, oleh PT. Newmont Nusa Tenggara .

Kontrak baru ini adalah tambahan dari Phase I dan Phase II proyek Pebble Crusher yang juga diselesaikan oleh Thiess dalam waktu dua tahun sejak dimulainya kontruksi pertambangan emas di Batu Hijau pada tahun 1997. Concentrator saat ini memproses ore 137,000 ton per hari, dengan target menjadi 155,000 ton per hari, pada tahun 2004 saat proyek ini selesai.

Sebelumnya,  pada bulan Juni 1999 sampai Agustus 2002, PT Thiess Contractors Indonesia di Sangatta telah menambang Batubara 5,5 juta ton dan menggali overburden sebanyak 43 juta bcm . Pekerjaan  penambangan Batubara ini menggunakan Auger, sehingga memberi tambahan batubara sebesar 275,000 ton bagi KPC.  Sejak September 2002, PT Thiess Contractors Indonesia membangun jalan angkut batubara sepanjang 5,5 km yang diselesaikan pada bulan Januari 2003. Kontrak ini termasuk pekerjaan pengelupasan tanah permukaan dan overburden serta penambangan batubara sebanyak 230,000 ton di pit Pelikan.

Pada tanggal 20 Desember 2002, Thiess kembali menerima kontrak untuk menambang 2,2 juta ton batubara dengan potensi penambahan sebanyak 3 juta ton sampai dengan bulan Desember 2003. Untuk melakukan pekerjaan, perusahaan ini melibatkan sekitar 356 orang. Thiess Indonesia Menerima Penghargaan Keselamatan Kerja .  Prestasi  kerja ini diperoleh dari fasilitas pendukung nya yang berada di Balikpapan dengan capaian target  empat tahun kerja tanpa adanya kehilangan waktu kerja yang setara dengan 1,8 juta jam tanpa kecelakaan.

Pencapaian hasil yang tinggi ini mendapatkan  Penghargaan dari Pemerintan Indonesia. Sam Rumende, Direktur PT. Thiess Contractors Indonesia, menerima penghargaan dari Presiden RI Megawati Sukarnoputri bertempat di Istana Merdeka pada  13 Januari 2003. Bagi PT. Thiess Indonesia, keselamatan kerja adalah prioritas yang paling utama dan tidak dapat dikompromikan. Perusahaan telah menerapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (k3), yang merupakan bagian dari keseluruhan Sistem Manajemen Thiess, untuk memastikan bahwa keselamatan di tempat kerja senantiasa terjaga setiap saat.

PT.  Thiess Contractors Indonesia, kembali memenangkan kontrak infrastruktur dari IndoMet Coal , senilai US$44 juta dengan PT Lahai Coal (IndoMet Coal), sebuah kerja sama BHP Billiton dengan Adaro Energy Tbk, untuk pembangunan Pelabuhan Muara Tuhup dan infrastruktur jalan aksesnya di Kalimantan Tengah. Thiess Indonesia wajib mengerjakan penyiapan lahan, pembuatan drainase, struktur sipil, serta pekerjaan-pekerjaan beton untuk pelabuhan. Mobilisasi proyek sudah berlangsung pada pertengahan Mei 2012.

Pada peringatan ulang tahun Kota Balikpapan ke-115, Thiess Indonesia menerima penghargaan atas komitmennya dalam memberdayakan tenaga kerja lokal. Penghargaan ini merupakan apresiasi pemerintah kepada perusahaan yang dinilai telah mempekerjakan tenaga kerja lokal secara signifikan. Thiess Indonesia merupakan satu dari tiga perusahaan di Balikpapan yang menerima penghargaan tersebut. Rangkaian acara pun dilanjutkan dengan melakukan penanaman pohon di halaman Training Centre yang merupakan tradisi bagi setiap tamu VIP yang berkunjung ke BSF, dan meninjau aktivitas siswa magang di workshop perusahaan setempat.  Sebelumnya pun,  PT. Thiess Indonesia menerima penghargaan CSR dari Walikota Balikpapan pada hari Jumat, 10 Februari 2012.

Meski program CSR yang dimilik oleh kantor BSF diklaim telah sejalan dengan tujuan perusahaan dan diimplementasikan secara terarah, terstruktur dan berkesinambungan, serta mampu meningkatkan image perusahaan di komunitas sekitar dan pemerintahan, namun kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang diberikan (biaya maupun perwujudan pembangunan) rincian realisasinya tidak transparan terbuka. Meski fokus utama program CSR kantor BSF adalah pendidikan, pengembangan masyarakat, sosial, dan lingkungan hidup.

Namun sekitar Maret 2012, PT Thiess Contractors Indonesia (TCI) dikejutkan oleh aksi serikat buruh di sekitar pertambang batu bara KPC, Kalimantan Timur. Kesaksian Supriyanto pada hari Senin, 26 Maret 2012, pengurus Serikat Pekerja membajak bis dan mobil perusahaan sebagai bagian dari taktik untuk menghentikan karyawan yang hendak berangkat kerja.

Akibat aksi serikat buruh ini, Polisi setempat telah menahan 16 orang pengurus organisasi buruh yang bersangkutan yang dianggap telah melakukan tindak kekerasan terhadap karyawan TCI. Aksi buruh ini diakui pihak perusahaan merupakan reaksi terhadap tindakan TCI yang secara resmi mendaftarkan dokumen perselisihan ke Pengadilan Hubungan Industrial Samarinda, Kalimantan Timur.
Thiess Contractors Indonesia berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan karyawan kami dan kami sangat terkejut dan kecewa atas tindakan Serikat Pekerja pagi ini terhadap karyawan yang ingin kembali bekerja .

Catatan penting untuk PT. Thiess Indonesia sebelumnya, seperti  untuk prokyek Soroako . Pada tanggal 28 Desember 2011, Thiess Indonesia di Proyek Inco Soroako genap membukukan rekor 7 tahun Kecelakaan Nihil. Dengan berbagai kontrak kerja jangka pendek, proyek ini membutuhkan akurasi tinggi dalam perencanakan dan implementasi metode kerja yang paling aman. Proyek Inco Soroako bertekad akan terus mempertahankan dan meningkatkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja  pada  tahun-tahun berikutnya.

Namun yang patut dipuji adalah perolehan penghargaan Keselamatan Aditama Bagi Proyek Senakin pada Januari 24 November 2011. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Pertambangan dan Energi Indonesia bekerja sama dengan Universitas Indonesia. Hasil audit rutin terhadap aspek keselamatan di seluruh lokasi tambang yang ada di Indonesia,  Thiess Indonesia Tambang Senakin memperoleh penghargaan Aditama (Emas) untuk kategori Kontraktor Pertambangan. PT Arutmin Indonesia Tambang Senakin menerima penghargaan Best of the Best untuk kategori perusahaan tambang di Indonesia. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kualitas keselamatan buruh di tempat kerja. ***


En Jacob Ereste
Sekjen DPP MIG SBSI
Jl. Tanah Tinggi 2 No. 25Jakarta Pusat

SocialTwist Tell-a-Friend
 

Gold Price Update

Gas Price Update