Kamis, 24 Mei 2012
Home Serba Serbi Opini Rencana Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT. Newmont Nusa Tenggara dan Implikasinya Terhadap Saham Milik Pemerintah Daerah
Rencana Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham PT. Newmont Nusa Tenggara dan Implikasinya Terhadap Saham Milik Pemerintah Daerah PDF Cetak E-mail
Oleh Rudy Rajendra   
Rabu, 22 September 2010 07:23
Pasar modal adalah merupakan tempatbertemunya dua kepentingan yaitu antara para pemilik modal denganperusahaan-perusahaan yang ingin mendapatkan modal dengan cara pemilik perusahaanmelepaskan sebagian hak atas kepemilikan perusahaannya (saham) kepadamasyarakat melalui Penawaran Umum Perdana ‘initialpublic offering’ (IPO) atau dengan cara menawarkan instrumen hutang jangkapanjang (obligasi), instrument derivatif maupun instrument lainnya. Dengan katalain pasar modal adalah sebagai sarana pendanaan bagi perusahaan. Modal yang akandiperoleh oleh perusahaan nantinya akan bisa meningkatkan Ekuitas perusahaansehingga perusahaan akan memiliki kecukupan modal di dalam menjalankanrencana-rencana strategisnya untuk meningkatkan kinerja perusahaan melaluipenambahan modal kerja, pengembangan usaha, ekspansi, belanja modal, pelunasanhutang, dan lainnya, yang pada akhirnya akan meningkatkan ‘company value’ dan profit dari perusahaan itu sendiri.

 

Pasar modal mempunyai peranan yang penting didalam perekonomian Negara karena berperan sebagai sarana pendanaan bagi duniausaha dan juga sebagai sarana untuk perusahaan mendapatkan dana darimasyarakat. Untuk itu Pemerintah sebagai regulator sangat berkepentingan didalam mendukung dan mendorong kepada perusahaan-perusahaan yang ada diIndonesia baik itu perusahaan Swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agarbisa mencatatkan ‘listing’sahamnyadi pasar modal melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan tujuan untukmenggairahkan iklim investasi di tanah air.

 

PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) sebagaisalah satu perusahaan berskala besar di Indonesia berencana untuk menjadiperusahaan terbuka ‘Go Public’ denganmencatatkan penawaran umum perdana sahamnya di pasar modal. Tentunya ini akanmenggairahkan pasar modal Indonesia,mengingat PTNNT adalah merupakan salah satu perusahaan di sektor sumber daya alam/ pertambangan (penghasil komoditas primer) yang memiliki kapitalisasi yangcukup besar di Indonesia dengan menjalankan prinsip-prinsip tata kelolaperusahaan yang baik ‘good corporategovernance’. Rencana ini sejatinya akan disambut dengan antusiasme yangtinggi oleh para investor pasar modal baik dari dalam maupun luar negeri.

 

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa(RUPSLB) PTNNT pada tanggal 19 Agustus 2010, sebanyak 82,2% pemegang saham ’stockholder’ menyetujui untuk melakukanpenawaran umum perdana sahamnya di pasar modal, yang rencananya akan dilakukansetelah proses divestasi saham 2010 sebesar 7% yang diperkirakan akan tuntaspenyelesaiannya pada akhir November nanti. Rencananya saham baru yang akanditawarkan kepada publik adalah sekitar 10% saham baru dari jumlah yang adasaat ini dan bukan dari milik pemegang saham saat ini. Namun demikian pelaksanaanpenawaran umum perdannya kemungkinan baru akan terealisasi pada kuartal pertama2011.

 

Perseroan juga merencanakan akan melakukanperubahan nilai nominal per lembar sahamnya dari Rp165.000 menjadi Rp100,sehingga membagi setiap 1 lembar saham menjadi 1.650 lembar saham. Denganperubahan tersebut, jumlah saham perseroan yang ditempatkan akan menjadi11.270.000.000 lembar saham. Perseroan juga akan meningkatkan modal dasarnya dariRp1,32 triliun dibagi menjadi 13.200.000.000 lembar saham dengan nilai nominalmasing-masing saham Rp100, menjadi Rp1,85 triliun dibagi menjadi 18.500.000.000lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham Rp100.

 

Atas rencana perseroan ini, apa implikasinyaterhadap kepemilikan saham milik Pemerintah Daerah?

 

Mari kita telaah porsi kepemilikan PemerintahDaerah atas saham PTNNT baik sebelum maupun setelah penawaran umum perdananya.  Saat ini Pemerintah Daerah melalui PT. DaerahMaju Bersaing (PTDMB) memiliki 25% kepemilikan saham pada PT. Multi DaerahBersaing (PTMDB) dan 75% sisanya dimiliki oleh PT. Multi Capital (PTMC). PTMDBsaat ini memiliki saham PTNNT sebesar 24%. Dengan demikian Pemerintah Daerahsecara tidak langsung melalui PTMDB memiliki saham PTNNT sebesar 6% dan sisanyasebesar 18% dimiliki oleh PTMC.

 

Apabila sisa divestasi saham 7% untuk 2010yang diperkirakan proses divestasinya akan tuntas pada akhir November nantinya jugaakan “menjadi hak dari Pemerintah Daerah” melalui PTMDB, maka jumlahkepemilikan sahamnya akan menjadi 31%, dengan rincian PTDMB akan mendapatkansebesar 7,75% saham dan sisanya sebesar 23,25% sahamnya akan dimiliki olehPTMC.

 

Dengan perubahannya jumlah lembar saham perseroanyang ditempatkan menjadi sebanyak 11,270.000.000 lembar saham maka perkiraan jumlahlembar saham dan prosentase kepemilikan dari masing-masing pemegang saham lamasebelum adanya penawaran umum perdana saham apabila sisa divestasi menjadimilik Pemerintah Daerah dapat diuraikan sebagai berikut:

 

1.   NewmontIndonesia Limited (NIL) dan Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC) akanmemiliki 49% saham atau sebanyak 5.522.300.000 lembar saham.

2.   PT.Multi Daerah Bersaing (PTMDB) akan memiliki 31% saham atau sebanyak 3.493.700.000lembar saham, yang terdiri atas : milik PT. Daerah Maju Bersaing (PTDMB)sebanyak 7,75% atau sebanyak 873.425.000 lembar saham dan milik PT. MultiCapital (PTMC) sebanyak 23,25% atau sebanyak 2.620.275.000 lembar saham.

3.   PT.Pukuafu Indah (PTPI) akan memiliki 17,80% saham atau sebanyak 2.006.060.000lembar saham.

4.   PT.Indonesia Masbaga Investama (PTIMI) akan memiliki 2,20% saham atau sebanyak247.940.000 lembar saham

 

Dari rencana perseroan yang akan melakukanpenawaran umum perdana saham yang kemungkinan pelaksanaannya baru terealisasipada kuartal pertama 2011 dengan melepaskan sekitar 10% saham baru dari jumlahsaham yang ada saat ini atau sekitar 1.127.000.000 lembar saham baru yang akanditawarkan kepada publik, sehingga jumlah 100% saham perseroan yang ditempatkanmenjadi sebanyak 12.397.000.000 lembar saham. Maka perkiraan komposisikepemilikan saham dari masing-masing pemegang saham baru setelah adanyapenawaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

 

1.   NewmontIndonesia Limited (NIL) dan Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC) akanmemiliki 44,55% saham atau sebanyak 5.522.300.000 lembar saham.

2.   PT.Multi Daerah Bersaing (PTMDB) akan memiliki 28,18% saham atau sebanyak3.493.700.000 lembar saham, yang terdiri atas : milik PT. Daerah Maju Bersaing(PTDMB) sebanyak 7,05% atau sebanyak 873.425.000 lembar saham dan milik PT.Multi Capital (PTMC) sebanyak 21,13% atau sebanyak 2.620.275.000 lembar saham.

3.   PT.Pukuafu Indah (PTPI) akan memiliki 16,18% saham atau sebanyak 2.006.060.000lembar saham.

4.   PT.Indonesia Masbaga Investama (PTIMI) akan memiliki 2,00% saham atau sebanyak247.940.000 lembar saham

5.   Publikakan memiliki 9,09% saham atau sebanyak 1.127.000.000 lembar saham

 

Berikut tabel perkiraan komposisi sahamnya:

Sebelum Penawaran Umum Perdana Saham

Pemegang Saham

 Jumlah Saham

%

NIL & NTMC

            5.522.300.000,00

49,00%

PTMDB *)

            3.493.700.000,00

31,00%

PTPI

            2.006.060.000,00

17,80%

PTIMI

               247.940.000,00

2,20%

 

          11.270.000.000,00

100,00%

 

Setelah Penawaran Umum Perdana Saham

Pemegang Saham

 Jumlah Saham

%

NIL & NTMC

            5.522.300.000,00

44,55%

PTMDB *)

            3.493.700.000,00

28,18%

PTPI

            2.006.060.000,00

16,18%

PTIMI

               247.940.000,00

2,00%

PUBLIK **)

            1.127.000.000,00

9,09%

 

          12.397.000.000,00

100,00%

*)  dengan catatandivestasi saham 2010 menjadi milik Pemerintah Daerah

**) perkiraan penerbitan 10% saham baru daritotal saham yang ada saat ini

 

Secara jumlah lembar saham, pemegang sahamlama akan tetap memiliki jumlah yang sama besarnya dengan sebelum adanyapenawaran umum perdana, tetapi terhadap prosentase kepemilikan sahamnya akan berkurangatau terdilusi sesuai dengan perhitungan diatas. Hal ini terjadi karena adanya tambahanjumlah saham yang ditempatkan perseroan menjadi lebih banyak dari sebelumnya denganadanya partisipasi publik sebesar 9,09% sebagai pemegang saham baru.

 

Kaitannya dengan kepemilikan Pemerintah Daerahmelalui PTMDB yang sebelum adanya penawaran umum perdana saham memiliki 7,75% apabilasisa divestasi 2010 “menjadi milik Pemerintah Daerah” atau sebanyak 873.425.000lembar saham, maka setelah penawaran umum perdana prosentase kepemilikan sahamnyaakan menjadi 7,05% dengan jumlah lembar saham yang tetap sama.

 

Apabila penawaran umum perdana saham PTNNT dipasar modal nantinya benar-benar terwujud sesuai rencana, maka bisa diambilbeberapa kesimpulan sebagai berikut:

 

1.   PTNNTakan menjadi perusahaan terbuka ‘GoPublic’, sehingga membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk dapatikut memilikinya melalui kepemilikan sahamnya melalui pasar modal.

2.   Keterbukaaninformasi ‘information disclosure’terhadap aktifitas perusahaan baik itu kegiatan operasionalnya maupun jugalaporan keuangannya akan dapat diakses oleh publik sehingga akan meningkatkantata kelola perusahaan‘corporategovernance’ akan menjadi lebih baik lagi dan transparan tentunya.

3.   Akanmeningkatkan nilai perusahaan ‘companyvalue’. Sepeti kita ketahui bahwa perusahaan yang mempunyai prospek sangatbagus (terutama perusahaan penghasil komoditas primer) akan mendapatkan responyang sangat baik dari pasar modal dan saya perkirakan akan mengalami kelebihanpermintaan ‘oversubscribe’ atas pemesanansaham pada saat penawaran umum perdananya sehingga akan meningkatkan harga sahamnyasecara signifikan. Kenaikan harga ini tentunya akan dinikmati oleh parapemegang saham lama khususnya Pemerintah Daerah karena tanpa harus mengeluarkanuang bisa memperoleh sahamnya.

4.   Perusahaanakan mendapatkan dana segar dan murah dari pasar modal yang bisa meningkatkan Ekuitasperusahaan karena adanya tambahan modal baru atas saham yang ditawarkan kepadapublik. Hal ini akan memperkuat permodalan perusahaan di dalam melaksanakanatau mengeksekusi rencana-rencana strategis kedepannya sehingga akanmeningkatkan kinerja perusahaan melalui penambahan modal kerja, pengembanganusaha, ekspansi, belanja modal dan lainnya yang pada akhirnya akan meningkatkanprofit perusahaan yang dapat dinikmati oleh pemegang saham melalui pembagiankeuntungan perusahaan / deviden. Penerimaan negara dari sekotr pajak pun akan ikutmeningkat pula.

5.   NIL& NTMC meskipun secara prosentase kepemilikan sahamnya akan terdilusi tetapimereka masih akan tetap menjadi pemegang saham pengendali perusahaan, hal ini dikarenakanmereka masih memiliki saham terbesar dari para pemegang saham lainnya sehinggaakan tetap bisa menjalankan rencana-rencana strategis yang sudah direncanakan kedepannya.

6.   Para pemegang saham lamapun masih bisa untuk ikut memiliki saham hasil penawaran umum perdana melaluipasar modal baik secara langsung maupun tidak.

7.   Besarankepemilikan saham dari pemegang saham lama masing-masing akan terdilusi sebesar9,09% sesuai dengan besaran prosentase kepemilikan publik. Sehingga prosentasesaham milik Pemerintah Daerah pun akan terdilusi menjadi sebesar 7,05% atauberkurang sebesar 0,7% dengan jumlah lembar saham yang tetap sama.

8.   Denganberkurangnya prosentase kepemilikan saham maka secara otomatis besaran penerimaandevidennya juga akan berkurang menjadi sebesar prosentase kepemilikan sahamsetelah hasil penawaran umum perdana.

 

Rudy Rajendra 

Pemerhati Pasar Modal 

( rajendra_rudy @ yahoo.co.id )

SocialTwist Tell-a-Friend
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
LAST_UPDATED2
 

Gold Price Update

Gas Price Update

Artikel Terkait

Komentar

 

Berita Terkini

Berita Terbaru

Last Update:
24-05-2012 10:41
[cached @09:52]